Kawasan Wisata Gunung Bromo, dari Sejarah Hingga Keindahan Alamnya
Kawasan Wisata Gunung Bromo @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kawasan Wisata Gunung Bromo termasuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Terletak di ketinggian 2.392 meter di atas permuakaan laut.

Kawasan Wisata Gunung Bromo dikelilingi empat kabupaten yakni, Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumjang. Wisata Bromo terkenal dengan ‘kaldera’nya yang merupakan lautan pasir dengan kawah eksotis, serta pemandangan matahari terbit yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

@MalangTODAY/Istimewa


Gunung Bromo tidak lahir dengan sendirinya, kawasan bukit hijau yang dikelilingi lautan pasir eksotis tersebut merupakan pertalian dua gunung yang saling berhimpit satu sama lain.

Adalah Gunung Tengger dengan ketinggian 4.000 meter di bawah permukaan laut yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada masa itu.
 
Suatu ketika, terjadi sebuah letusan kecil yang menyebabkan materi vulkanik terlempar ke tenggara, hingga membentuk sebuah lembah yang besar dan dalam, sampai ke Desa Sapi Kerep.

Letusan dahsyat tersebut, menghasilkan kaldera yang memiliki diameter lebih dari delapan kilometer. Akibat kedalaman kaldera tersebut, materi vulkanik hasil dari letusan lanjutan menjadi tertumpuk di dalamnya dan sekarang telah menjadi lautan pasir.

Kawasan Wisata Gunung Bromo, dari Sejarah Hingga Keindahan Alamnya
@MalangTODAY/Istimewa

Kaldera yang dalam tersebut diduga pernah terisi air, kemudian terjadi aktivitas lanjutan terkait dengan munculnya lorong magma di tengah kaldera. Sehingga terbentuklah gunung-gunung baru seperti Gunung Widodaren, Gunung Watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok, dan Gunung Bromo itu sendiri.

Selain keindahan kaldera dan matahari terbit, yang juga khas dari Bromo adalah keberadaan Suku Tengger. Cerita Suku Tengger sendiri tidak lengkap tidak menyimak kisah pasangan Roro Anteng dan Joko Seger.

Cerita rakyat yang sudah melegenda itu dipercaya menjadi asal-usul keberadaan suku Tengger. Bahkan hingga saat ini kisah itu dipelihara dalam bentuk prosesi ritual.

Sekilas kisah Roro Anteng dan Joko Seger, bermula dari kekuasaan Raja Brawijaya di Majapahit, yang memiliki putri bernama Roro Anteng. Rara Anteng pada akhirnya dipersunting sosok lelaki keturunan Brahmana yakni, Joko Seger.

Suatu ketika, dalam kisahnya terjadi pergolakan besar di Pulau Jawa yang membuat sebagian masyarakat penganut agama Hindu menuju Pulau Dewata Bali. Sebagian lainnya memilih menarik diri dari hiruk-pikuk dunia dan memilih bermukim di sebuah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo.

Di bawah pimpinan Roro Anteng dan Joko Seger, mereka membangun masyarakat Suku Tengger. Nama Tengger sendiri dari dua suku kata yakni Teng yang diambil dari nama Roro Anteng dan Ger diambil dari Joko Seger.

@MalangTODAY/Istimewa

Hiruk-pikuk kehidupan suku tengger memiliki daya tarik tersendiri, khusunya terkait upacara adat yang salah satunya dinamakan Kasado. Upacara ini diselenggarakan tanggal 14 dan 15 bulan kedua belas tahun Jawa atau sekitar Desember-Januari tahun Masehi.

Pada Upacara Kasado, masyarakat melakukan pengorbanan berupa sebagian hasil sawah, ladang, dan ternak. Masyarakat setempat melemparkan persembahan tersebut ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai wujud syukur pada Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa.

@MalangTODAY/Istimewa


‪Jika tertarik untuk berkunjung ke Kawasan Wisata Gunung Bromo, pelancong bisa melalui arah Probolinggo dengan naik bis menuju Sukapura. Jika dari arah Ngadisari wisatawan dapat menunggang kuda atau berjalan kaki menuju Cemoro Lawang, di Cemoro Lawang, wisatawan dapat bermalam di hotel atau losemen. Tertarik untuk menelanjangi hiruk-pikuk alam Bromo?‬

Referensi: kaskus.co.id

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here