Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Tulang-belulang mayat di Aokigahara (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Baru-baru ini, YouTubers Logan Paul bikin geram semua orang karena mengekspos mayat yang ada di hutan Aokigahara, Jepang. Aokigahara pun akhirnya kembali jadi perbincangan publik.

Hutan Aokigahara merupakan hutan yang terletak di sebelah barat laut Gunung Fuji, Jepang, sekitar 100 kilometer sebelah barat Tokyo. Hutan ini disebut-sebut sebagai tempat bunuh diri paling favorit setelah Jembatan Golden Gate di Amerika Serikat.

Sudah banyak orang yang sengaja datang ke hutan ini dan akhirnya melakukan bunuh diri sejak zaman perang.

Saat itu, para anak yang merasa udah nggak bisa merawat orangtuanya, bakal membawa kedua orangtua mereka ke tengah hutan Aokigahara dan meninggalkannya disana hingga maut menjemput.

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Hutan Aokigahara di Jepang @ bbc.com/Julian Colton

Dilansir dari bbc.com, berdasarkan catatan resmi, terdapat 21.897 orang yang meninggal dunia akibat bunuh diri di Jepang pada 2016. Angka itu termasuk yang paling rendah selama 20 tahun terakhir.

Selain gantung diri, metode yang paling sering digunakan untuk bunuh diri adalah keracuanan obat.

Kalau kamu berkunjung ke tempat angker ini, di pintu masuk hutan tersebut akan ada tulisan imbauan untuk tidak bunuh diri yang tertulis disebuah papan berwarna coklat.

“Merenungkan anugerah kehidupan sekaligus rasa sakit yang Anda timbulkan untuk keluarga Anda” begitulah bunyi tulisan Jepang tersebut.

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Papan peringatan jangan bunuh diri @ Newscom

Suasana di dalam hutan ini pun tambah angker dengan pepohonan yang menjulang tinggi dan rapat. Konon, menurut ahli spiritual Jepang, saking banyaknya kasus bunuh diri di hutan Aokigahara, roh-roh jahat pun sudah merasuki pepohonan dan tanah yang ada disana.

Atmosfer mencekam semakin bertambah kuat dengan menghilangnya sinyal GPS, handphone dan tidak berfungsinya kompas ketika kamu memasuki kawasan tersebut.

Selain bangkai mayat yang berserakan, terdapat banyak sampah yang ditinggalkan oleh orang yang hendak bunuh diri di tempat itu. Mulai dari kartu kredit, sepatu, tas, perhiasan dan masih banyak lagi.

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Sepatu peninggalan orang yang bunuh diri (Istimewa)

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara

Semakin kesini, banyak orang yang depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di hutan yang memiliki banyak pepohonan dan terkesan angker itu.

Saking populernya hutan Aokigahara, seorang penulis bernama Seicho Marsumoto menulis sebuah buku berjudul Kuroi Kaiju (Lautan Hitam Pohon) di tahun 1960. Buku tersebut menggambarkan berbagai model bunuh diri dan bahkan merekomendasikan Aokigahara sebagai tempat yang tepat untuk mati! Buku ini juga kebanyakan ditemukan di sebelah jasad yang meninggal dunia dalam hutan tersebut.

Sejumlah pakar mengatakan bahwa faktor utama penyebab orang-orang, baik muda maupun tua, ingin bunuh diri di tempat tersebut adalah depresi, stres dan masalah keuangan. Khusus warga Jepang yang mengakhiri hidupnya di hutan itu, biasanya dipicu oleh faktor tradisi bunuh diri demi mengangkat martabat dan kehormatan.

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Suasana seram di hutan Aokigahara @ Wierd Japan

Selain Seicho, penulis lain bernama Wataru Tsurumi menulis sebuah buku berjudul The Complete Manual of Suicide di tahun 1993, yang menggambarkan bahwa Aokigahara adalah tempat perfect buat bunuh diri!

Hutan Aokigahara juga merebut perhatian Hollywood dengan munculnya film berjudul Sea of Trees (2015) yang dibintangi oleh Matthew McConaughey dan film horor The Forest (2016).

Mengunjungi Seramnya Hutan Bunuh Diri Aokigahara
Salah satu adegan di film The Forest (Istimewa)

Pemerintah Jepang sendiri sudah menyadari fenomena bunuh diri di hutan Aokigahara. Penduduk sekitar yang menjadi relawan pun, sudah berupaya untuk menghentikan aksi bunuh diri orang-orang yang mendatangi hutan tersebut.

Biasanya relawan ini akan mengajak ngobrol atau sekedar duduk bersama dan menghasut untuk tidak mengakhiri hidup mereka. Dilansir dari Japan Times, salah satu relawan mengaku telah menggagalkan 160 aksi bunuh diri selama 30 tahun dengan mengamati pengunjung yang datang sendirian.

Tapi, tugas itu masih belum seberapa dibanding tugas Penjaga Hutan Aokigahara. Karena setiap bulannya mereka akan masuk ke dalam hutan dan membawa keluar mayat tersebut ke stasiun lokal. Disana terdapat sebuah ruangan yang khusus menampung mayat dari bunuh diri tersebut.

Nggak cuma mindahin mayat, salah satu penjaga hutan itu harus tidur di ruangan penuh mayat tersebut. Tujuannya, agar arwah-arwah gentayangan itu tidak merasa kesepian. Jika ditinggal sendirian, konon akan datang nasib buruk bagi si hantu.