Kepala BBTNBTS, John Kenedie (kaos merah) saat berkunjung ke desa wisata edelweis@Instagram

MALANGTODAY.NET – Desa penyangga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo sebagai pelopor dibudidayakannya bunga edelweis, dapat digunakan sebagai alternatif wisata.

“Wisman maupun Wisnus tidak hanya berkunjung untuk melihat Bromo tapi juga bisa berkunjung ke wisata desa edelweis,” ujar Kepala Balai Besar TNBTS (BBTNBTS) ,John Kenedie saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Kota Malang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dua Anak Asuhnya diambil Timnas, Milan Bangga

Di Desa Ngadisari, terdapat tiga jenis edelweis penghuni kawasan
TNBTS yakni Anaphalis Javanica, Anaphalis Visida dan Anaphalis Longifolia.  Sedangkan Desa Wonokitri didominasi edelweis Anaphalis Javanica yakni jenis yang dilindungi.

Menyikapi berbagai permasalahan yang dapat mengancam keberadaan edelweis dari habitat aslinya, BBTNBTS mencari terobosan melalui program budidaya edelweis.

“Akhirnya kita menggagas bagaimana agar masyarakat membudidayakan edelweis. Hal ini juga sudah mengajukan perizinan penangkaran edelweiss dari BKSDA Jatim, berarti legal,” tuturnya.

Baca Juga: Dinas Sosial Kabupaten Malang Kembali Amankan Puluhan Gepeng

Tak hanya sekedar melihat, bahkan di wisata desa edelweis wisatawan juga diperkenankan untuk memetik, berfoto dan juga terjun langsung dalam pembuatan kerajinan tangan yang berbahan dasar edelweis.

“Harapannya konsep memadukan konservasi, religi dan ekonomi melalui ikon edelweis di TNBTS ini dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan Taman Nasional di daerah lain,” pungkasnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...