Sunrise di Rumah pohon Molenteng (Kintamani(dot)id)
Sunrise di Rumah pohon Molenteng (Kintamani(dot)id)

MALANGTODAY.NET – Semasa kecil, ZensTODAY pernah punya impian tidur di rumah pohon dengan pemandangan laut? Jika iya, apakah impian itu sudah terwujud?

Jika belum, tenang saja, kini impian itu bisa terwujud kok. Di Bali, ada rumah pohon yang langsung berhadapan dengan pesona laut khas Indonesia. Rumah Pohon Molenteng namanya. Rumah ini menyajikan pesona alam Pantai Atuh secara langsung.

Baca Juga  Kalahkan Singapura dan Korea, Waterpark Terbaik se-Asia Ada di Bali

Rumah yang berukuran 4×4 meter ini terletak di wilayah Banjar Pelilit, Desa Tanglad, Pejukutan, Nusa Penida. Untuk menuju ke rumah ini, kamu butuh energi ektra ya. Pasalnya rumah dari kayu ini berada di ketinggian sekitar 50 meter!

Medan menuju rumah ini pun tidak mulus, kamu harus menapak anak tangga berbatu yang cukup terjal. Cukup bikin merinding kalau kamu takut ketinggian!

 

View this post on Instagram

 

#latepost Model: @aruanmarsha on @celebrityonvacation Poto by: @balipedia #maemelalikenusapenida #treehousemolenteng #ngiringsimpang

A post shared by Tree House Molenteng (@rumahpohon_molenteng) on

Perjalanan menapaki anak tangga ini menghabiskan waktu sekitar 15 menit dari area parkir. Selanjutnya untuk menaiki tangga atas, pengelola sudah menyiapkan tali sebagai pegangan.

Tarif sewa untuk menginap disini yaitu Rp 500ribu per malam. Walaupun mahal, tarif ini akan sebanding dengan pemandangan yang akan diperoleh.

“Untuk menyewa rumah-rumah panggung ini tarif sewanya Rp 500.000 per malam,” ujar salah satu pemandu wisata, Putu Reza dilansir dari Kompas.com (30/11/2018).

 

View this post on Instagram

 

Mohon maaf, pengamen dilarang masuk. Matur nuhun kawan dari Bandung @zulkiflisidiq dan @ramadhanfaizal_ salam sama sule prikitiew….

A post shared by Tree House Molenteng (@rumahpohon_molenteng) on

Putu juga menyatakan bahwa harga tersebut belum termasuk dengan biaya makan

“Harga ini tidak termasuk makan ya. Ada warung yang letaknya di tebing dekat pintu masuk kawasan. Tapi biasanya penjual mau mengantarkan makanan ke bawah. Jadi sebelum menginap lebih baik bertukar nomor dan buat kesepakatan dulu dengan pemilik warung,” jelas Putu.

Waktu paling favorit adalah saat matahari terbit. Dijamin pasti ciamik!

“Tapi rumah pohon memang yang paling diminati kerena dari sana kita bisa langsung melihat pemandangan matahari terbit,” ucapnya.

Baca Juga  Sandiaga Usul Bali Jadi Wisata Halal, Pemprov Bali: Ya Nggak Mungkinlah!

Sayangnya Zens, kamu belum bisa menginap disini untuk liburan kali ini. Sebab, pemesanan kamar sudah penuh hingga Februari 2019.

“Sekadar informasi saja, sampai Februari 2019 kamar sudah habis terpesan. Jadi memang banyak sekali peminatnya,” kata Putu.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.