Ilustrasi @grid
Ilustrasi @grid

MALANGTODAY.NET – Pembicaraan tentang alat kelamin mungkin masih terdengar tabu. Namun bagi Florence Schechter, justru dia ingin mengangkat alat kelamin wanita (vagina) menjadi sebuah museum. Jadi apa yang terbayang dibenak Anda?

Seperti dilansir dari Detiktravel, pada Kamis (18/4/2019) Schechter berencana membuka satu-satunya museum tentang vagina di dunia. Rencananya museum ini akan dibuka kahir tahun ini di London, Inggris.

Bukan sekadar ingin meunjukkan kemolekan organ vital wanita, museum ini juga memiliki visi yang sangat bagus. Diketahui, visi museum vagina ini ingin mengajak seseorang, khususnya wanita, agar tidak malu membicarakan hal tabu lagi. Selain itu, bertujuan untuk menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaan secara bebas dan setara.

Museum vagina juga ingin menyebarkan kesadaran mengenai anatomi dan kesehatan seksual. Mereka juga mengajak orang lain lebih terbuka masalah seksual dan mendobrak stigma tabu.

Seperti dilihat dari Lonely Planet, menurut penelitian yang dikumpulkan oleh Eve Appeal, 65% anak usia 16-25 tahun berjuang untuk menggunakan kata-kata vagina atau vulva saat berbicara. Serta lebih dari satu dari sepuluh anak usia 16-35 tahun mengatakan mereka merasa sulit untuk berbicara dengan dokter mereka tentang masalah kesehatan ginekologis.

Tentunya, riset ini menjadi acuan untuk mengajak orang lebih terbuka ketika ada masalah terhadap alat reproduksinya. Hal ini juga dapat membantu seorang wanita untuk lebih mengenal diri sendiri dan menjaga kesehatan.

Traveler akan bisa melihat anatomi dari kelamin wanita, struktur, dan berbagai aspek budaya dan informasi mengenai alat kelamin wanita. Tentunya, difungsikan untuk edukasi.

Vagina Museum nantinya juga akan terbagi menjadi beberapa wilayah. Seperti ruang pameran, ruang acara, resepsionis, toko suvenir, kantor dan ruang terbuka yang bisa digunakan pengunjung. Wah, yuk jadi pengunjung pertama museum ini! (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.