Liburan ke Jogja, Ritual Khas Ini Bisa Diikuti Wisatawan, Lho!
Ilustrasi tradisi di Jogja @JPS Wisata

MALANGTODAY.NET – Apakah Anda pernah mendengar istilah Tapa Bisu Mubeng Beteng? Ini merupakan salah satu ritual yang diadakan di Jogja secara rutin tiap malam 1 Suro. Siapa saja boleh mengikuti kegiatan ini, termasuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Jogja.

Bukan hanya Tapa Bisu Mubeng Benteng. Ada beberapa ritual lain yang juga memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk berpartisipasi.

Ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng
Ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng
Ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng @Kaskus

Tapa Bisu Mubeng Beteng adalah ritual mengelilingi beteng sejauh kira-kira 4 km. Acara ini dimulai tepat pada 00.00 WIB, sesaat setelah lonceng Kraton berbunyi sebagai tanda tengah malam. Perjalanan dilakukan mulai dari Bangsal Pancaniti, Kompleks Keben Kraton Yogyakarta.

Rute yang akan ditempuh adalah Jl. Rotowijayan, Jl. Kauman, Jl. Agus Salim, Jl. Wahid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, Jl. MT. Haryono, Pojok Beteng Wetan, Jl. Bigjen Katamso, Jl. Ibu Ruswo, dan Alun-Alun Utara.

Sepanjang jalan, para peserta ritual tidak diperkenankan untuk berbicara. Hal ini berkaitan dengan makna dan filosofi yang tersimpan di balik ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng. Prosesi yang telah dilaksanakan sejak dahulu ini adalah bentuk perenungan diri. Para peserta diajak untuk melakukan tirakat atau lelaku dalam keheningan total.

Selain berbicara, aktivitas lain yang tidak boleh dilakukan selama melaksanakan ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng adalah minum dan merokok. Dengan demikian, para peserta bisa benar-benar fokus untuk melakukan introspeksi terhadap diri sendiri selama setahun terakhir.

Tradisi Grebeg
Tradisi Grebeg
Tradisi Grebeg @Maioloo

Salah satu acara budaya yang rutin digelar oleh Kraton Kesultanan Yogyakarta adalah Grebeg. Acara ini diadakan tiap bulan Rabiul Awal penanggalan Hijriyah, yaitu untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada acara ini, gunungan yang berupa aneka hasil bumi akan diarak oleh para Abdi Dalem. Kegiatan ini juga untuk menandai puncak acara pasar malam Sekaten.

Gunungan tersebut akan diarak menuju Masjid Gedhe Kauman, Halaman Kantor Kepatihan, dan Puro Pakualaman. Acara ini diadakan sebagai wujud rasa syukur Kraton sekaligus sebagai simbol kemaslahatan raja dan rakyatnya. Setelah tiba di tempat tujuan, gunungan akan diperebutkan oleh warga.

Bukan hanya masyarakat Yogyakarta, banyak orang dari luar kota akan berdatangan mengikuti tradisi ini. Menurut kepercayaan, siapa saja yang berhasil mendapatkan bagian dari gunungan akan mendapat berkat dan kelimpahan pada tahun yang akan datang.

Tradisi Jemparingan
Tradisi Jemparingan
Tradisi Jemparingan @Rana Nusantara

Selain kedua tradisi sebelumnya, ada pula yang disebut Tradisi Jemparingan. Ini merupakan tradisi kuno yang sarat dengan falsafah hidup. Jemparingan adalah seni memanah. Ternyata, memanah bukan hanya bertujuan sebagai olah raga, tetapi juga olah rasa.

Jika Anda ingin mengikuti kegiatan ini, datanglah ke Kemandungan, utara Alun-Alun Selatan, tiap Sabtu minggu kedua pukul 15.00 WIB. Di sini ada latihan memanah untuk masyarakat umum secara gratis. Menariknya, latihan memanah ini juga dilakukan oleh para Abdi Dalem dengan mengenakan pakaian adat.

Inilah beberapa ritual atau tradisi yang umum dilangsungkan di Jogja dan boleh diikuti oleh siapa pun. Nah, untuk menikmati keseruan berpartisipasi dalam tradisi ini, segera rancang itinerary liburan ke Jogja. Supaya lebih pratis, Anda bisa memanfaatkan Airy untuk membeli tiket pesawat ke Jogja. Website ini menawarkan tiket pesawat murah.

Bahkan, Anda juga bisa cek harga tiket pesawat melalui Android Apps atau iOS Apps lalu melakukan pemesanan. Pembayaran pun sangat fleksibel, yaitu melalui bank transfer, kartu kredit, dan gerai Indomaret. Praktis, bukan? Layanan refund dan reschedule-nya pun nyaman dan. Selamat berlibur. (Ads/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.