Bakso khas Malang @malang123
Bakso khas Malang @malang123

MALANGTODAY.NET – Ingat Malang, makanan apa yang pertama kali muncul di benak ZensTODAY? Pasti bakso, kan?!

Yap! Bakso malang memang sangat terkenal. Boleh dibilang, kalau bakso khas Malang itu tidak ada kembarannya. Baik rasa maupun penampilannya, bakso ini memunyai ciri khas yang mudah ditebak.

Lalu, apa aja, ya, ciri khas bakso yang menjadi kudapan ikonik Bumi Arema ini? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Bertaburan topping

Siapapun yang pernah menyantap bakso khas Malang, pasti tidak asing dengan beragam topping yang menghiasi semangkuk bakso malang. Bagi Zens yang pernah beli, baik di warung bakso terkenal atau pada tukang bakso keliling, topping bakso memang ‘wajib’ hadir dalam kudapan berkuah ini.

Belum tahu pasti maksud adanya topping tersebut. Namun, saban membeli bakso khas Malang, topping selalu menjadi pelengkap sajian ini.

Ada beragam topping dalam bakso malang. Namun, topping yang paling umum dijumpai adalah gorengan, tahu, dan siomay basah.

Beragam topping yang menghiasi semangkuk bakso malang. Topping-topping ini siap memanjakan lidah dan perutmu @aremamediaonline
Beragam topping yang menghiasi semangkuk bakso malang. Topping-topping ini siap memanjakan lidah dan perutmu @aremamediaonline

Topping gorengan ini juga beragam bentuknya. Pertama, ada yang menyebut gorengan kembang. Gorengan kembang ini, secara tampilan, terbuat dari kulit pangsit yang diberi isian.

Isian gorengan kembang ini bisa beragam, ada yang memang diambil dari adonan pentol, dan lain-lain. Wujud gorengan kembang memang seperti kembang yang sedang mekar dengan keempat sisi kulit pangsit merekah kaku usai digoreng.

Selain gorengan kembang, ada pula gorengan dowo (baca: gorengan panjang). Sepintas bahan dan isian memang sama dengan gorengan kembang, tetapi bentuknya yang berbeda.

Bentuk gorengan dowo memang panjang. Isian dari gorengan ini dibalut dengan kulit pangsit, lalu digulung, dan digoreng. Bentuk gorengan panjang tidak jauh berbeda dengan camilan lumpia.

Satu lagi gorengan di bakso malang yang wajib ada, yakni gorengan bunder (baca: gorengan bulat). Belum tahu persis bahan apa yang dipakai, gorengan ini tidak jauh berbeda dengan tahu bulat. Namun, gorengan bulat ini teksturnya lebih kasar saat dimakan dan sepertinya, adonan gorengan ini dicampuri dengan gilingan daging.

Kombinasi lain dari gorengan bunder adalah, usus yang dibentuk seperti bola. Topping ini juga nikmat disantap bareng semangkuk bakso malang.

Teman bakso malang selain gorengan adalah tahu dan siomay basah. Tahu kerap juga disandingkan dengan semangkuk bakso. Para penjual bakso bisa memakai tahu putih (atau tahu basah) dan atau tahu cokelat yang diberi isian. Dua-duanya sangat nikmat bila dimakan bareng kuah bakso malang.

Kuah bakso malang yang bening dan menyegarkan @merdeka
Kuah bakso malang yang bening dan menyegarkan @merdeka

Ada pula topping siomay basah. Tampaknya, topping ini berbahan sama dengan gorengan kembang. Hanya saja, topping siomay basah ini bukan digoreng, tapi dikukus. Akan terasa nikmat, jika siomay ini sudah basah maksimal di dalam semangkuk bakso malang. Zens tinggal gigit pelan, lalu dengan mudahnya siomay basah dilumat bareng beragam isian bakso malang. Mantuls!

Berkuah bening

Ada yang beda dengan kuah bakso pada umumnya. Kuah bakso malang terlihat bening. Tampaknya masyarakat Malang tidak mencampuri kaldu yang banyak, sehingga kesegaran kuah bakso malang menjadi terasa.

Belum tahu pasti bahan ‘jitu’ apa saja yang menyokong kuah bakso malang. Namun, yang pasti, setiap cecap kuah bakso malang, menyuguhkan kesegaran yang hakiki. Apalagi, dicampuri dengan taburan daun bawang dan bawang goreng. Maka, nikmat Tuhan manakah yang kaudustakan?

Ukuran pentol yang sedang

Umumnya, pentol (sebagian orang juga menyebut bakso/baso) bakso malang itu berukuran sedang. Namun, ada pula penjual bakso yang menyediakan pentol berukuran jumbo. Hal ini bergantung sensasi masing-masing penjual saja.

Bahkan, belakangan pentol juga dibentuk dengan beraneka ragam dan sebutan yang berbeda-beda.

Zens yang terbiasa menyantap bakso malang, tentu tidak asing dengan istilah pentol kasar dan pentol halus. Dua pentol inilah yang menjadi pilihan isian wajib bakso malang. Tekstur dan bentuk yang jelas berbeda, menambah nikmatnya makan bakso malang. Aih, apalagi saat hujan dan didampingi kamu, kamu, kamu, iya, kamu!

Pilihan topping lain

Selain isian ‘wajib’ di atas, yang tidak boleh tertinggal adalah mie. Semangkuk bakso tanpa mie bagaikan kamu tanpa aku, hmm! (lupakan!)

Keberadaan mie boleh ada dan tidak di dalam semangkuk bakso malang. Ini bergantung selera! Namun, penjual bakso selalu menyediakan mie ini.

Bakso malang dengan beragam topping @meramuda
Bakso malang dengan beragam topping @meramuda

Ada yang unik dari mie di bakso malang. Yakni, dibentuk dengan cara digulung. Kalau kebanyakan bakso pada umumnya, mie dibiarkan terurai dalam wadah, lalu disajikan saat orang memesan bakso. Bentuk mie gulung ini memang yang paling umum dijumpai, terutama bakso yang dijaul keliling dengan gerobak.

Ada dua jenis mie yang digunakan di bakso malang, yakni mie bihun dan mie kuning. Keduanya juga nikmat bila dijadikan pelengkap di mangkuk baksomu, Zens.

Selain mie, beberapa penjual bakso juga mengombinasikannya dengan taoge dan sayuran. Semua tinggal seleramu saja, Zens!

Jadi, Zens, sudah terbayang, kan, wujud dari bakso malang? Bila mendapati penjual bakso malang di luar kota, pastikan dulu ciri khas bakso dari Kota Pendidikan ini. Kalau dirasa ada yang kurang, wah, mungkin penjualnya ingin tampil lebih berbeda. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.