Ulat Kepompong Pohon Jati, Kuliner Khas Masyarakat Bojonegoro

MALANGTODAY.NET – Apa yang kalian pikirkan jika melihat ulat? Tentu semua orang merasa jijik dan menganggap hewan ini sebagai pengganggu.

Namun apa jadinya jika ulat yang telah berubah menjadi kepompong saat memasuki musim hujan ini diolah menjadi hidangan lezat yang kaya akan gizi.

Mari ikuti penelusuran malang today di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Disini ulat kepompong pohon jati yang oleh masyarakat sekitar disebut enthung diolah menjadi kuliner beraneka ragam.

Untuk mengolahnya, pertama-tama, enthung harus dicuci hingga bersih kemudian direbus hingga matang. Tingkat kematangan entung dari yang mulanya berwarna hitam kecoklatan akan berubah menjadi merah kecoklatan. Setelah itu enthung siap diolah menjadi kuliner tumis atau disayur.

Soal rasa enthung paling enak jika dimasak tumis, rasa khas yang gurih dan renyah yang bercampur dengan bumbu rajangan bawang merah, bawang putih, cabe dan garam mampu menggoyang lidah.

 

Selain tumis, enthung juga bisa diolah menjadi sayur lodeh, sayur asem-asem, balado hingga rempeyek. Bahan yang digunakan sama seperti ketika akan membuat masakan tersebut, namun yang membedakan adalah bahan utamanya yaitu si enthung ini.

Perpaduan bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, garam dan cabe enthung tumis siap disantap.

Meskipun kecil dan terlihat geli bagi sebagian orang, kepompong ulat jati ini ternyata memiliki kandungan protein yang baik bagi tubuh. Masyarakat setempat juga meyakini jika menyantap enthung dapat menghilangkan nyeri pegal linu dan alergi pada kulit.

“Rasanya enak, gurih, dan memiliki protein tinggi. Selain itu masyarakat meyakini dapat mengobati nyeri pegal linu dan alergi pada kulit.” jelas Budi warga Bubulan, Kabupaten Bojonegoro saat ditemui malang today, Kamis (5/01) sambil menyantap enthung ini.

Bagi anda yang belum pernah mencoba, kuliner enthung ini akan terasa aneh saat pertama memakannya dan terkesan jijik. Namun setelah mencoba dipastikan akan membuat ketagihan dan tak akan melupakan rasanya.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here