MalangTODAY.net
MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Memulai usaha tidak selalu harus di awali dari hal-hal yang bersifat besar. Bahkan kadang potensi yang menarik dan besar bisa saja di temukan dari hal-hal yang kecil dan kadang dengan mudah ditemukan sehari-hari.

Contohnya jenis usaha rumahan yang di rintis Leni Budiarti, seorang ibu muda usia 37 tahun yang beralamat Jl Simpang Sulfat Utara X No. 8, Kota Malang. 

Saat di temui malangtoday.net hari ini, 29/09, Leni menceritakan awalnya merintis usaha rumahan hingga berhasil sekarang. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Leni tentu sangat familier dengan urusan dapur dan masak memasak. Dan salah satu hidangan andalannya adalah sambal bawang.

Dia mengungkapkan sambal bawang buatannya adalah favorit keluarga besar dan ketika keluarga besarnya sedang kumpul, Leni sudah biasa mendapat jatah untuk membuatkan sambal dalam porsi besar. Dari sanalah ia punya ide untuk membuat usaha kemasan sambal.

Mendapat ide menarik semacam ini membuat Leni ingin menjajal membuat sendiri sambal bawang kemasan pertamanya untuk uji coba. Setelah beberapa kali uji coba, akhirnya berhasil membuat sambal bawang kemasan yang enak dan tahan lama, bahkan tanpa pengawet dan bahan aditif lainnya.

“Cukup sambal dikemas dalam sebuah wadah jar kaca kecil. Bila masih dalam segel, sambal buatannya bisa bertahan sampai 1 bulan, tetapi bila di simpan dalam mesin pendingin sambal buatannya bisa bertahan hingga 3 bulan dan apabila sudah di buka, tidak di simpan ke dalam mesin pendingin bisa bertahan 5 hari,” ujar wanita itu.

Menurutnya kunci sambal yang awet berawal dari proses pengolahan yang bersih dan pemasakan yang tanak. Selain itu, sambal juga akan lebih awet karena pengemasan yang higienis dan rapat. Bahkan untuk masalah kemasan, beliau sampai mencoba berbagai pilihan kemasan mulai dari kemasan jar plastik dan cup bersegel.

“Setelah menemukan teknik masak dan teknik pengemasan yang tepat, saya baru mulai menjajal membuka jenis usaha rumahan dengan  sambal kemasannya. Pada awal usaha, hanya membuat sebanyak 50 kemasan jar dalam ukuran 150 g, dengan dibantu satu orang tenaga kerja di dapur kecil saya,” imbuhnya.

Beliau memulai usahanya hanya dengan bermodal Rp.1 juta. Sempat dibuat bingung bagaimana teknik penjualan yang efektif, Leni mendapat pencerahan dari seorang temannya untuk bergabung di UKM AMR (Amazing Malang Raya) dan disitulah sambalnya mulai banyak di kenal orang.

Dari sana perlahan tapi pasti pesanan mulai muncul. Bahkan terus berkembang sejak Ibu Leni mengerahkan waktunya untuk promosi ke berbagai tempat di kawasan kota Malang.

Sambal Ibu Leni akhirnya mendapat sambutan yang baik setelah 3 bulan produksi. Dalam sehari setidaknya Ibu Leni harus membuat 100 kemasan baru dengan harga jual 20 ribu perkemasan. Melihat potensi dari usahanya yang terus berkembang, Ibu Leni kemudian memberi nama/ brand sambal bawang Mami Leni.(mey)

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda