Bertahan Selama Empat Generasi, Ini Dia Olahan Rujak Legendaris Kota Malang
Rujak legendaris di Kota Malang, Depot Rujak Pojok @ MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Kota Malang dengan sejuta olahan kulinernya memang nggak pernah absen membuat lidah bergoyang. Selain menu kekiniannya, kota yang berjuluk sebagai kota bunga ini juga memiliki banyak kedai tua yang menyajikan berbagai olahan melegenda.

Salah satunya Depot Rujak Pojok yang sudah ada sejak tahun 1951, dan bertahan hingga generasi keempat. Dari depan, depot yang berada di kawasan Jl. Pajajaran itu tampak sederhana, tapi berbagai menu yang disajikan cukup menggoda untuk suasana dinginnya Kota Malang.

Cicit dari Pemilik Depot Rujak Pojok, Indra Agustina menyampaikan, kedai rujak tersebut awal mulanya didirikan oleh kakek buyutnya pada tahun 1951.

Sekitar tahun 1950, kakek dan nenek buyutnya yaitu Then Pian Shen dan Oe Tjie Iem yang merupakan pasangan suami isteri asal Republik Rakyat China (sekarang Tiongkok;red) berkelana ke Indonesia.

Baca Juga: Keren, Kini Solo Punya Game Center Bertaraf Internasional

Selama berkelana, pada akhirnya pasangan suami isteri itu memutuskan menetap di Kota Malang. Di tahun 1951, pasangan suami isteri itu mulai berjualan rujak di kawasan Oro-Oro Dowo sampai dengan tahun 1957.

Kemudian pada tahun 1958, ke duanya memutuskan untuk pindah dan berjualan di daerah Jl. Pajajaran.

“Dan di tahun 1965 terjadi G30S/PKI. Kakek dan nenek buyut saya memilih mengamankan diri ke Gondanglegi, Kabupaten Malang dan vakum berjualan selama beberapa saat,” katanya pada wartawan, Senin (26/3).

Bertahan Selama Empat Generasi, Ini Dia Olahan Rujak Legendaris Kota Malang
Menu makanan di Depot Rujak Pojok @ MalangTODAY.net

Pada tahun 1968, tepatnya usai peristiwa G30S/PKI, lanjutnya, pasangan kakek dan nenek buyutnya itu pun kembali ke Jl. Pajajaran dan memulai berjualan rujak. Saat itu, selain rujak mereka juga menjual Lontong Cap Gomeh, Gado-Gado, Es Dawet, dan Es Kolak.

“Jadi saat itu rujak sebenarnya merupakan jualan sampingan. Karena awalnya jualan buku. Tapi karena banyak yang suka pada akhirnya jualan rujak dilanjutkan,” tambah Indra.

Di tahun 1978, kedai pun dikelola oleh generasi kedua yaitu Then Ik Chen yang kemudian menikah dengan pria muslim di daerah Kidul Pasar bernama Abdullah. Sejak saat itu, Then Ik Chen menjadi seorang mualaf dan mengganti namanya menjadi Maryam.

Baca Juga: 9 Maskapai Terbaik di Asia, Indonesia Nomer Berapa?

“Dan sejak di kelola oleh nenek saya (generasi kedua), rujak ini awalnya dikenal sebagai Rujak Cikde,” urai perempuan berambut panjang itu.

Di tahun 1987, tambahnya, kedai pun berpindah pada generasi ketiga. Kemudian 15 tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2003, kedai kembali berpindah tangan ke generasi keempat dan berjalan sampai sekarang.

Bertahan Selama Empat Generasi, Ini Dia Olahan Rujak Legendaris Kota Malang
Rujak Manis @ MalangTODAY.net

Berbeda dengan saat dikelola oleh generasi pertama sampai ke tiga, saat ini kedai pun tak hanya menyajikan Rujak Cingur, Lontong Cap Gomeh, dan Gado-Gado saja. Melainkan sudah mengembangkan banyak varian menu baru seprti aneka olahan mie dan nasi.

Setiap menu dibandrol mulai dari Rp 10 ribu untuk Pangsit Mie Ayam sampai dengan Rp 24 ribu untuk Rujak Cingur.

Selain itu, kalian juga harus mencoba kelezatan dari Rujak Manis yang mereka tawarkan guys! Karena bumbunya yang kental dan harum, disajikan dengan berbagai buah segar seperti bengkoang, nanas, mentimun, jambu, dan potongan tahu.

Baca Juga: Hendak Hangatkan Kolak, Warga Dampit Terkena Ledakan Elpiji

Sementara untuk rujak cingurnya sendiri memang memiliki cita rasa yang berbeda. Bumbu dan petis terasa lebih kental dengan paduan sayuran segar. Cingurnya pun terasa lebih empuk dibandingkan dengan cingur yang disediakan dalam rujak pada umumnya.

Untuk bertahan hingga puluhan tahun, menurut Indra memang bukan hal mudah. Salah satu yang terus dijaga adalah cita rasa dan kualitas dari setiap sajian yang disuguhkan.

“Karena yang datang pelanggan kami kebanyakan memang turunan dari pelanggan kami sebelumnya. Jadi memang harus tetap dijaga cita rasanya,” urainya lagi.

Menariknya lagi, koki utama yang selama ini mengulek Rujak Cingur adalah bibinya sendiri yaitu Mariyati yang bertahan sejak tahun 1987 sampai dengan saat ini. Depot Rujak Pojok ini buka dari pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.


Reporter: Pipit Anggraeni
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...