Pak Sudin saat menyajikan berpiring-piring mie pesanan pengunjung (Azmy)

MALANGTODAY.NET – Satu lagi menu wisata kuliner (wiskul) murah-meriah di Kota Batu yang perlu kamu ketahui, yakni Warung Soden. Warteg sederhana yang baru-baru ini mencuat namanya di dunia kuliner, menjadi salah satu jujugan wiskul “tipis-tipis” bagi beberapa orang.

Warung Sudin sebenarnya hanya sebuah warung kaki lima sederhana yang menyediakan air mineral, rokok, makanan dan minuman instan sebagaimana pada umumnya.

Pembeda dengan warung kaki lima lain ada pada olahan Indomie ‘editannya’,  seperti halnya warung Kayungyun atau Warung Burjo yang popular di area Yogyakarta dan sekitarnya.

Untuk penamaan warung sendiri merujuk pada nama pemilik yang akrab dipanggil Soden oleh para pelanggannya. Usut punya usut, warung ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 2003, dengan situasi dan tempat yang kurang lebih sama sampai sekarang.

Sisi menarik warung terletak pada lokasinya yang strategis, bertempat di areal lokasi wisata Selecta, Desa Tulungrejo, Bumiaji Kota Batu.

Tampak lokasi Warung Sudin dari lokasi Wisata Rekreasi Selecta (Azmy)

Tak jauh dari pintu loket, akan nampak gubuk bambu sederhana di sisi kiri jalan arah desa. Nuansa temaram dan hangat akan terasa begitu anda memasuki warung.

Pada ketinggian 1.100 mdpl ini anda bisa leluasa menikmati lanskap Kota Batu dengan jernih. Kerlip lampu kota di jelang petang akan menemani santapan lezat Indomie ala Sudin.

Menilik soal racikan mie instant ala Soden, terletak di racikan bumbu yang terasa kental dan lezat di lidah. Spesial dengan sawi, telur orek, bawang putih dan potongan cabe rawit begitu memanjakan lidah.

Istimewanya lagi, segelas teh susu panas spesial ala Soden akan memeriahkan nuansa wiskul anda bersama rekan sepermainan, di ketinggian.

Seperti halnya dikatakan salah satu pengunjung, Yunia Wulansari, cewek asal Malang, yang penasaran seperti apa resep indomie ala Sudin.

“Sedep sih mas, kuahnya kental tidak seenak kayak pas bikin sendiri. Ini saya juga masih penasaran pake bumbu apa ya kira-kira,” ucapnya sembari menyorongkan sesendok mie ke mulutnya.

Selain kelezatan mie ala Soden, ia juga mengaku betah melihat pemandangan lampu kota dari sudut di tempat ini.

“Kalau di Paralayang kan udah ramai mas, bosen. Kalau pengen refreshing saya sering kesini,” akunya mantap kepada MalangTODAY, Sabtu (29/7).

Ketika MalangTODAY datang berkunjung, hawa dingin yang langsung menyergap tak membuat Warung Sudin sepi pengunjung. Pak Sudin dan seorang pegawainya terlihat cekatan melayani pesanan para pengunjung.

Segelas teh panas datang duluan. Suhu dingin yang membekukan tangan bisa diatasi dengan menempelkan tangan di gelas teh panas sembari menunggu pesanan tiba.

Disini pengunjung memang rela mengantre lama, sekira satu jam lamanya, demi menikmati sepiring mie ala Soden. Sembari menunggu, anda bisa menemukan aneka camilan lezat seperti sate jerohan, sate telur puyuh, dan kerupuk pasir untuk selingan.

Sebagai informasi, warung buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Untuk semangkuk mie rebus (kuah/goreng) hanya dibandrol seharga Rp. 5 ribu rupiah saja, ramah di kantong bukan.

….Slurrrp.. Slurrrp.. satu mangkuk dua mangkuk tak terasa tandas sudah…..

(azm/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here