kolak @rumahmesin.com

MALANGTODAY.NET – Siapa yang selalu merindukan kolak sebagai menu berbuka puasa? Yap, orang-orang dulu sering sekali menyajikan hidangan berkuah santan ini, baik kolak pisang maupun kolak-kolak lainnya. Namun tahukah kamu ZensTODAY apa makna dibalik sajian lezat ini?

Ternyata, orang dulu dalam membuat kolak tidak sembarangan loh. Orang-orang dulu pandai dalam mengakulturasikan budaya Jawa dengan nuansa keislaman.

Begitupun dengan kolak, Kyai sepuh dari Pondok Pinang Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, almarhum KH Hasbullah mengatakan kolak berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘kul laka’. Artinya yaitu makanlah untukmu.

Menurut sejarawan Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono ada juga pendapat lain yang mengatakan kolak berasal dari katta ‘khala’ atau ‘kholaqo. Kedua kata tersebut jika diturunkan akan menjadi khaliq yang berarti sang pencipta yang merujuk pada Allah SWT. Dari filosofis nama yang demikian, kolak diumpamakan sebagai media untuk mendekatkan diri kepada pencipta.

Tidak hanya dari nama, isiannya juga memiliki makna tertentu. Dilanjutkan oleh Dwi yang dituliskan dalam laman Patembayancitraleka.com (21/5/2018), isian seperti pisang kepok, ubi, dan santan membawa arti berbeda.

Kata kepok dalam pisang kepok dimaknai berasal dari kata ‘kapok’. Maknanya yakni agar manusia kapok untuk berbuat dosa dan segera bertobat kepada Tuhan.

Kemudian jika isian tersebut berupa ubi berarti memiliki makna mengubur kesalahan dalam-dalam. Pemaknaan ini berasal dari ubi yang merupakan tanaman umbi-umbian yang berada di bawah tanah.

Selain dimaknai sebagai penguburan dosa, ubi juga dimaknai sebagai media pengingat kematian. Sebab, ketika manusia mati juga berujung dikubur dalam tanah. Ketika kita menyendok ubi tersebut dari mangkuk, Dwi membeberkan hal tersebut seperti halnya kematian yang bisa datang kapan saja semudah menyendok kolak.

Komposisi penting dari kolak berikutnya adalah santan. Santan dirujuk bada pemendekan kata dalam bahasa Jawa yaitu pangapunten atau minta maaf. Maknanya adalah santan berperan sebagai media pengingat agar manusia meminta maaf akan kesalahannya.

Meski demikian, pria yang tinggal di daerah Sengkaling, Malang ini menyatakan pemaknaan-pemaknaan tadi hanyalah etimologis. Etimologis berarti pemaknaan yang didasarkan pada keserupaan istilah.

Tidak heran kemudian muncul klaim tempat asal kolak dari daerah Timur Tengah karena dipercaya berasal dari Bahasa Arab. Padahal bukan berarti nenek moyang bangsa ini dari dulu tidak mengenal kolak dan bahkan melahirkan kudapan lezat berupa kolak. (AL)

 

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.