Eksis Sejak 2014, Sekarang Saatnya Samiler Crezzz Merambah Dunia Maya
Samiler Crezzz (Istimewa)

MALANGTODAY.NETFor your information aja nih ya, aneka camilan keripik dari Malang itu bukan cuma tempe atau buah-buahan saja. Bahkan olahan singkong yang melimpah pun bisa dimanfaatkan untuk dijadikan keripik.

Keripik jenis ini populer dengan nama keripik samiler. Sejak tahun 2014, dari sudut Desa Purwosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memang dikenal dengan hasil bumi singkong yang melimpah. Lalu dua orang ibu yang memiliki pemikiran visioner, Artiyam dan Yatmah, memanfaatkan anugerah tersebut untuk dikomodifikasi sebagai peluang bisnis.

Baca Juga: Pisang Kaya Topping Ala Gedhang Nugget Bikin Kamu Ketagihan

Samiler Crezzz (Istimewa)

Kemudian duet Artiam dan Yatmah ini merintis usaha keripik samiler bersama-sama. Empat tahun berselang, keripik garapan mereka kian eksis dan semakin digemari masyarakat.

Bukan tanpa alasan, selain rasanya yang gurih, keripik samiler racikan duet Artiam-Yatmah ini begitu digemari karena tak pernah sekalipun menggunakan bahan pengawet. Sebanyak apapun keripik samiler duet mereka ini dikonsumsi, tak akan memberikan dampak yang terlalu membahayakan kesehatan. Paling-paling cuma kekenyangan saja.

Meskipun semakin eksis di tahun keempat produksi, keripik samiler Crezzz tentu menemui hambatan dan keterbatasan. Salah satu hambatannya adalah dalam hal pemasaran.

Sadar akan globalisasi dan semakin canggihnya dunia teknologi dan informasi, keripik samiler duet Artiam-Yatmah sadar akan manfaatnya, namun terhambat dalam pelaksanaannya.

Baca Juga: Wow, Keren Durian Montong Berkaki Tiga

 

View this post on Instagram

 

Samiler crezz siap kirim😍Monggo merapat

A post shared by samiler (@samilercres) on

Beruntung Lembaga Penelitian dan Pengabdian IKIP Budi Utomo Malang cekatan dalam menangkap fenomena seperti ini. Bekerja sama dengan Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti dalam Program Kemitraan Masyarakat yang telah dijalankan sejak Februari 2018 silam, keresahan duet Artiam-Yatmah mulai bisa teratasi.

Bantuan yang diberikan program ini antara lain berupa pelatihan-pelatihan, baik itu pelatihan produksi maupun pelatihan pemasaran.

Mitra rogram pengabdian kepada masyarakat kelompok usaha samiler, Tri Asih Wahyu Hartati menjelaskan dengan memanfaatkan sosial media yang ada saat ini, bisa digunakan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk Samiler.

Baca Juga  Menarik Konsumen dengan Sebuah Kemasan, Cara Cerdas Pemasaran Terkini

“Dengan pemasaran online diharapkan samiler tidak hanya dipasarkan di Pulua Jawa tetapi juga bisa se-Indonesia bahkan mancanegara,” tegas perempuan yang akrab disapa Asih ini.

Pelatihan Samiler Crezzz (Istimewa)

Baca Juga: Bolu Bakar Pertama di Malang Ajak Masyarakat Bisnis Bareng

Asih menambahkan pelatihan produksi, produsen akan diajak untuk berkreasi dan beresksplorasi seputar varian rasa dan sebagainya. Sedangkan pada pelatihan pemasaran, produsen akan diajarkan bagaimana dasar dari digital marketing, pengemasan produk, hingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi terhadap brand yang sedang dikembangkan.

“Pengembangan usaha ke depan dg membuat samiler warna warni atau samiler rainbow shg tampilan lebih menarik dan tdk hny samiler produknya tapi juga kripik singkong aneka rasa,” tambahnya.


Penulis   : Swara Mardika
Editor     : Endra Kurniawan

Loading...