Ada Dawet Pakai Sambal Loh di Yogyakarta! Bagaimana Rasanya?
Dawet Sambal yang dibuat oleh Nenek Tukilah @kompas.com/Dani J

MALANGTODAY.NET – Tukilah merupakan seorang nenek warga Dusun Clapar 2, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulo Progo, Yogyakarta. Ia berdiri di balik meja di pinggir jalan di Dusun Clapar 1 sambil memenuhi sebuah mangkuk yang dipenuhi racikan cendol dawet, santan, dan air gula kelapa.

Sekilas, tampilan ini seperti tampilan dawet pada umumnya. Tapi tunggu dulu, racikan Nenek Tukilah belum selesai. Ia masih menambahkan racikan lain. Yakni, rajangan kubis, sejumput tauge, dan taburan daun seldri di atas dawet berkuah santan bercampur gula merah.

Baca Juga: Hore! Ada 1.000 Beasiswa dari Google Buat Mahasiswa dan Dosen Indonesia

Racikan itu pun ternyata masih belum selesai, pada sentuhan terakhir Tukilah menyendok sambal ke dalam mangkuk.

“Semene iki telung ewu (sebanyak ini Rp 3.000),” kata Tukilah seperti MalangTODAY.net kutip dari laman kompas.com, Sabtu (07/04). Ia di situ menunggu dagangannya sepanjang Pesta Adat Nawu Sendang Sumber Rejo di Dusun Clapar.

Nenek Tukilah yang sedang meracik Dawet Sambal @kompas.com/Dani J

Nenek Tukilah menyebut dawetnya dengan nama “Dawet Sambal”. Ia sudah menjual makanan itu selama bertahun-tahun. Di mana ada keramaian di sekitar Hargowilis, Nenek Tukilah selalu tak ketinggalan untuk berjualan Dawet Sambal. Khususnya di sekitar Clapar.

Baca Juga: Jangan Pakai Cotton Buds, Ternyata Ini Cara Alami Bersihkan Telinga!

Nenek Tukilah mengatakan bahwa kekuatan Dawet Sambal itu sebenarnya terletak dari sambal itu sendiri. Ia membuat sambal itu dengan cara berbeda, yakni; dari cabai rawit merah maupun hijau. Cabe tersebut lantas diuleg dengan kacang tanah kemudian digoreng kering agar aroma cabe dan kacang menguar. Setelah itu sambal tersebut direbus.

Sehingga tidak ada acara menguleg atau menghaluskan sambal di tempat berjualan Nenek Tukilah. Untuk menikmati Dawet Sambal, Dawet Sambal tersebut harus diaduk terlebih dahulu agar semua racikan menyebar rata.

Lantas bagaimana rasanya?

Baca Juga: Para Musisi Sambut Baik Program “Malang Barometer Musik” Tim Menawan

Rasanya, ternyata hampir mirip dengan tahu campur Magelang. Kuah dawet terasa gurh, manis, dan juga pedas. Namun dari semua rasa itu, rasa kacang lebih dominan. Sementara rasa pedas caba dan aroma seledri membuat cita rasa yang cukup unik. Buat orang yang suka kuah gurih, pedas, manis, apalagi penggemar rujak, kemungkinan cocok dengan rasa baru ini.

Dan jangan salah, ternyata banyak juga loh pelanggan dari Dawet Sambal ini. Salah satunya adalah Arinda Riyadi, warga Clapar 1. Ia mengungkapkan dirinya beserta keluarganya penggemar kuliner satu ini. Arianda pun mengaku ia tidak setiap saat bisa menemukan dawet sambal ini.

Baca Juga: Sipon Peninggalan Belanda Akan Dipermak Jadi Tempat Wisata

“Hanya pada acara-acara tertentu, seperti hari ini,” kata Arinda seperti MalangTODAY.net kutip dari laman kompas.com, Sabtu (07/04).

Setiap  kali ia menemukan penjual dawet, ia membeli 4 bungkus dawet sambal seharga Rp 10.000. Wah, cukup murah sekali bukan? Apa kamu ikut penasaran dengan rasa Dawet Sambal? Coba deh incipin sana, dan hati-hati bisa bikin kamu ketagihan.


Penulis       : Dian Tri Lestari
Editor        : Dian Tri Lestari

Loading...