4 Makanan Indonesia Ini Nggak Sesuai Namanya, Kuliner Munafik?
Makanan dengan nama tidak sesuai di Indonesia @The Conservation

MALANGTODAY.NET – Bicara kuliner, makanan-makanan khas Indonesia memang tak ada duanya. Cita rasa paripurna yang disajikan dengan beragam cara ini selalu berhasil menggugah selera makan orang Indonesia. Namun dari beberapa kuliner, ada yang memiliki nama-nama ‘aneh’ yang terkesan ‘menjijikkan’. Benarkah?

Beberapa makanan khas Nusantara berikut ini memiliki nama yang sama sekali tidak merepresentasikan bentuk makanannya dan bahan. Lalu, apapah makanan-makanan tersebut termasuk jenis makanan munafik? Dilansir dari Pegipegi.com, ini dia ulasannya!

Baca Juga: Bolu Bakar Pertama di Malang Ajak Masyarakat Bisnis Bareng

Sate Kalong
Sate Kalong
Sate Kalong khas Cirebon @Saegaleri

Kalong dalam Bahasa Jawa artinya kelelawar. Ngeri bukan? Makanan ini merupakan kuliner khas Cirebon. Namun ternyata, sate kalong terbuat dari daging kerbau. Nama ‘kalong’ sendiri adalah sebutan karena sate ini hanya dijual pada malam hari.

Sate Lalat
Sate Lalat
Sate Lalat khas Madura @Wisata Madura

Sedikit menjijikkan, lalat yang biasanya kita ketahui berada di tempat-tempat kumuh ini ternyata menjadi nama sate. Ups, ternyata bukan lalat sungguhan! Sate lalat ini berasal dari Madura yang terbuat dari daging ayam atau kambing yang dipotong-potong sangat kecil seperti lalat.

Otak-otak
Otak-otak
Otak-otak @Tastemade

Memakan otak? Jijik ya kalau dipikir-pikir. Namun jangan salah sangka, otak-otak adalah makanan yang terbuat dari daging ikan tenggiri yang umumnya dibungkus dengan daun. Apakah benar makan otak-otak bikin tambah pinter?

Baca Juga: Ditusuk-tusuk Nikmat, Ini Ragam Sate di Bumi Indonesia!

Mie Lendir
Mie Lendir
Mie Lendir @Good Indonesian Food

Apa yang ZensTODAY pikirkan jika bicara lendir? Kental dan menjijikkan? YES! Mie lendir ini sangat terkenal di Batam. Mie yang disajikan dengan toge dan telor rebus serta irisan cabai rawit. Istilah lendir sendiri untuk menggambarkan kentalnya kuah mie satu ini. Mau coba?!


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.