Beranda Label Berita ekonomi

Label: berita ekonomi

Ssstt, Ini Cara Biar Uang Elektronik Terhindar dari Riba!
MALANGTODAY.NET – Tak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia dewasa ini sudah mulai keranjingan menggunakan e-money atau uang elektronik. Beberapa provider seperti GoPay, OVO, hingga T-Cash sudah menjadi primadona. Namun baru-baru ini, penggunaan uang elektronik dinilai riba oleh salah satu ulama. Lalu, bagaimana solusinya agar penggunaannya tak lagi haram? Dilansir dari DetikFinance, Kamis (21/3/2019), pengamat ekonomi syariah, Adiwarman Karim, menjelaskan bahwa penetapan...
Mantap, Rupiah Jadi Satu-satunya Mata Uang Asia yang Gagal Ditaklukkan Dollar!
MALANGTODAY.NET – Keperkasaan Dollar berhasil menaklukkan berbagai mata uang di Asia. Mulai dari Yuan, Yen, Won, hingga Baht pun terkena getahnya. Namun ada satu mata uang Asia yang gagal ditaklukkan oleh mata uang Amerika Serikat (AS) itu. Yap, itu adalah Rupiah! Pertanyaannya, bagaimana bisa? Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (20/3/2019), Rupiah tercatat berada di level Rp14.210 per Dollar AS. Posisi...
Jokowi Ingin Tambah 2 Menteri di Sektor Ekonomi, Masalah Selesai?
MALANGTODAY.NET – Baru-baru ini, Presiden Indonesia Joko Widodo mengeluarkan wacana untuk menambah dua kementerian baru. Kedua menteri ini nanti akan bergerak di bidang ekonomi, yakni bidang investasi dan bidang khusus ekspor. Namun para pakar ekonomi memandang wacana itu masih memerlukan pematangan di segala lini. Dilansir dari DetikFinance, Selasa (12/2/2019), Ekonom Institute for Development of Economics and Fiannce (INDEF) Bhima Yudhistira,...
Sebut Ekonomi Indonesia Baik, Deputi BI: Positif Secara Ekonomi
MALANGTODAY.NET - Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir berada di angka 5,17 persen. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo dalam kuliah tamu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB), Selasa (12/3/2019). Dody menjelaskan bahwa jumlah tersebut tentunya masih dalam tren ekonomi Indonesia yang baik. "Jadi masih dalam tren ekonomi yang membaik," ucapnya...
Kembali Merosot, Gubernur BI Jelaskan 4 ‘Penyakit’ Rupiah
MALANGTODAY.NET – Setelah sempat berjaya di level Rp13.000, Rupiah kembali melemah setelah selama sepekan terakhir kembali merosot ke level Rp14.000. Atas hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memaparkan setidaknya ada empat penyakit yang membuat mata uang Indonesia kembali merosot. Perry menjelaskan bahwa empat penyakit itu ternyata bukan berasal dari dalam negeri, melainkan kondisi perekonomian global. Hal ini yang...
Ekonomi di Era Jokowi Maju atau Terpuruk? Ini Kata Pengamat!
MALANGTODAY.NET – Isu ekonomi dalam pemerintahan Joko Widodo tersebar di publik dalam bentuk yang kontradiktif jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bergulir. Calon presiden (capres) petahana mengklaim perekonomian Indonesia mulai menanjak. Sebaliknya, capres dari kubu oposisi menyebut pemerintah sebelumnya justru gagal mengembangkan perekonomian. Pertanyaannya, klaim mana yang sesuai fakta di lapangan? Dilansir dari IDN Times, Minggu (3/3/2019), pengamat ekonomi Indonesia Rhenald Kasali...
MALANGTODAY.NET – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan menetapkan tarif batas bawah ojek online (ojol). Tujuannya tak lain untuk menyejahterakan pendapatan pengemudi. Kebijakan ini dinilai sebagai sesuatu yang tak masuk akal karena justru malah membuat konsumen berhenti menggunakan jasa transportasi online sepeda motor itu. Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/2/2019), pakar ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Hastiadi menyebut langkah Kemenhub tidak masuk akal secara akademik. Menurutnya, ada mis pemahaman antara Kemenhub dengan instruksi presiden yang ingin meningkatkan pendapatan pengemudi ojol. “Kebijakan ini tidak masuk akal secara akademik. Presiden bilan pengemudi harus ditingkatkan pendapatannya. Tapi ini salah tangkap oleh kementerian. Jangan sampai ditetapkan terus ditarik lagi. Malah jadi kebijakan undur-undur,” terang Fithra. Pendapat Fithra merujuk pada hasil survei dari Research Insititue of Socio-Economic Development (Rised) yang memprediksi penurunan jumlah pesanan hingga 71,12 persen. Hal ini karena ada keengganan konsumen untuk membayar lebih tambahan biaya. “Harus ada win-win solution (antara konsumen dan pengemudi ojol),” imbuhnya. Fithra juga menyampaikan bahwa andaikata kebijakan ini benar-benar diberlakukan, maka kenaikan pendapatan hanya akan terasa pada satu hingga dua bulan pertama saja. Setelah itu, konsumen diprediksi akan mencari alternatif transportasi baru yang lebih murah. Ekonom UI itu menambahkan bahwa peningkatan pendapatan tak semata-mata melalui peningkatan tarif saja. Beberapa aspek seperti pemberian bonus, dan penggunaan big data untuk membaca peta kepadatan penumpang dinilai lebih efektif. “Kalau pakai skema bonus dan lain-lain bukan kenaikan tarif. Bisa jadi ojek online tidak hanya rideship tapi ada yang lain. Jadi super diversifikasi. Banyak sekali pilihannya,” tutupnya.
MALANGTODAY.NET – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan menetapkan tarif batas bawah ojek online (ojol). Tujuannya tak lain untuk menyejahterakan pendapatan pengemudi. Kebijakan ini dinilai sebagai sesuatu yang tak masuk akal karena justru malah membuat konsumen berhenti menggunakan jasa transportasi online sepeda motor itu. Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/2/2019), pakar ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Hastiadi menyebut langkah Kemenhub tidak...
Pendapatan Orang Indonesia Masuk Menengah ke Atas, Jadi Mirip Haiti?!
MALANGTODAY.NET – Sebagai negara berkembang, Indonesia kerap dinilai sebagai negara dengan pendapatan ekonomi rendah. Hal ini karena statusnya yang masih berkembang serta ketimpangan-ketimpangan sosial – ekonomi yang jamak ditemui di negeri ini. Namun hasil survei terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hal yang sebaliknya. Penasaran? Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (6/1/2019), BPS mengumumkan bahwa rata-rata pendapatan orang Indonesia per...
Hari Ini, Rupiah Hancurkan Dolar AS Hingga 75 Poin!
MALANGTODAY.NET – Rupiah kembali menunjukkan keperkasaannya di awal tahun 2019 ini. Tercatat, pagi ini Dolar menunjukkan pelemahan terhadap mata uang Indonesia itu hingga 75 poin ke posisi Rp 14.330. Sebelumnya, mata uang Amerika Serikat (AS) itu berada di level Rp 14.405. Dilansir dari Detik.com, Jumat (4/1/2019), posisi Rupiah dilaporkan menguat dibandingkan pembukaan perdagangan pada Kamis (3/1/2019) lalu. Pada saat itu,...
Perang Dagang AS – China Bikin Pemasukan Negara Amblas!
MALANGTODAY.NET – Perang dagang yang dilakukan oleh dua negara adidaya, Amerika Serikat (AS) dan China, ternyata berdampak buruk untuk masing-masing pihak. Baik AS maupun China dilaporkan sama-sama mencatatkan kerugian hingga miliaran dolar AS di berbagai sektor. Dilansir dari Detik.com, Sabtu (29/12/2018), kedua negara merugi hingga US$ 2,9 miliar per tahun. Kerugian ini hanya mencakup sektor pertanian saja. Pernyataan ini diungkapkan...
MALANGTODAY.NET – Keputusan mengenai impor jagung belakangan ini disoroti oleh publik. Hal ini tak lepas dari klaim dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyebutkan bahwa produksi jagung nasional diperkirakan mencapai 12,9 juta ton. Namun baru-baru ini, Kementan malah mengajukan permintaan impor jagung sebanyak 100 ribu ton. Mengenai hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution meminta agar Kementan sebaiknya...
Orang Terkaya Sebut Perang Dagang AS – China Terbodoh di Dunia
MALANGTODAY.NET - Perseteruan Amerika Serikat (AS) dan China di sektor perdagangan yang kian hari makin meruncing ditanggapi oleh salah satu orang terkaya di China, Jack Ma. Menurutnya, perang dagang antara AS dan China adalah hal paling bodoh di dunia. “Perang dagang adalah hal terbodoh di dunia ini. Perdagangan adalah untuk kedamaian, untuk berkomunikasi,” tegas Ma dilansir dari Detik.com, Selasa (6/11/2018). Baca...

Berita Terbaru

WhatsApp chat