Kyai Hasym Muzadi © Republika
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

MALANGTODAY.NET – Kabar duka menyelimuti Tanah Air pagi hari ini, Kamis (16/03).
Indonesia kembali kehilangan sosok ulama besar, Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi.

Ulama kelahiran Tuban, 72 tahun silam  itu menghembuskan nafas terakhirnya di Pondok Pesantren Al Hakim Kota Malang.

Semasa hidup, tokoh Islam Indonesia itu dikenal para santrinya sebagai sosok lembut yang selalu memiliki banyak wawasan dan selalu membuka cakrawala baru bagi para santri.

Muzadi menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Setelah itu ia menuntaskan pendidikan tingginya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika Muzadi terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur pada tahun 1992. Ia terbukti mampu menjadi batu loncatan bagi Hasyim untuk menjadi Ketua PBNU pada tahun 1999.

Tercatat, suami dari Hj. Muthomimah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986, yang ketika itu masih bernaung di bawah Partai Persatuan Pembangunan.

Setelah itu, Muzadi pada tahun 2004 resmi maju sebagai pendamping Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden Indonesia.

Dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2004, Megawati dan Muzadi meraih 26.2% suara di putaran pertama, tetapi kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di putaran kedua.

11 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2015 Hasyim menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Wantimpres.

Hasyim juga dikenal lewat buku-bukunya, seperti Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa dan Menyembuhkan Luka NU.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here