Perlawanan Para Pedagang Islam Melawan Belanda Lewat SDI
Kongres Sarekat Islam @ Berdikari Online

MALANGTODAY.NET – Pada tanggal 16 Oktober 1906, terbentuklah Sarekat Dagang Islam (SDI). Organisasi ini pada awalnya merupakan perkumpulan para pedagang-pedagang Islam.

SDI dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta (Solo) dengan tujuan awal untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim, khususnya para pedagang batik, supaya dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar Tionghoa.

Pada masa itu, para pedagang Tionghoa memang lebih maju usahanya dan memiliki hak dan status yang lebih tinggi daripada penduduk Hindia-Belanda. Kebijakan tersebut memang sengaja dirancang pemerintah hindia-Belanda.

Baca Juga: Selamat Hari Mencuci Tangan Sedunia, Ini Fakta Unik Tentang Cuci Tangan

Akibat kebijakan tersebut, para warga pribumi mulai resah dan membentuk sebuah organisasi yang mampu melawan kebijakan rasial tersebut.

Di bawah pimpinan H Samanhudi, SDI yang menganut ekonomi berbasis pada agama Islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya berkembang pesat dan diperhitungkan sebagai organisasi yang berpengaruh.

Kemudian hal tersebut diikuti oleh beberapa tokoh di kota-kota lainnya. Seperti R.M. Tirtoadisujo yang mendirikan  Sarekat Dagang Islamiyah di Batavia tahun 1909. Kemudian H.O.S Cokroaminoto mendirikan organisasi serupa pada tahun 1912 di Surabaya.

Baca Juga: Tersangka Beberkan Skenario Peledakan Bom Bali I, Ngeri!

Nama Sarekat Dagang Islam kemudian diganti menjadi Sarekat Islam saja pada tahun 1912 dengan tujuan supaya organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang ekonomi. H.O.S Cokroaminoto yang menjadi pemimpin saat itu ingin agar organisasi tersebut dapat bergerak di berbagai bidang lainnya seperti politik.

Di akhir masa kejayaan, SI yang dinilai memiliki paham membela rakyat kecil dan menentang kapitalisme mulai disusupi paham komunisme. Kemudian di tahun 1929 SI berkembang sebagai partai politik dan namanya berubah menjadi PSII.

Akibat keragaman cara pandang di antara anggota partai, PSII terpecah belah menjadi beberapa partai baru. Akhirnya perpecahan itu sendiri yang melemahkan PSII dalam perjuangannya.

Baca Juga: 6 Bencana Ini Jadi yang Paling Mengerikan di Dunia


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...