Enggan Akui Salah Sebar Kabar Hoax, Kubu Jokowi: Menyakitkan
Meutya Hafid @Breaking News

MALANGTODAY.NET – Mendengar nama Meutya Hafid, mungkin yang terlintas di pikiran adalah seorang jurnalis wanita Metro TV. Tepatnya adalah jurnalis yang pada tahun 2005 lalu pernah disandera oleh kelompok bersenjata di Irak.

Meutya disandera di Irak bersama dengan seorang rekan kerjanya yakni juru kamera Budiyanto. Mereka disandera pada 15-22 Februari 2005. Keduanya kemudian berhasil bebas berkat bantuan pemerintah Indonesia termasuk Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Wanita kelahiran Bandung, 3 Mei 1978 ini kerap kali ditugaskan di daerah bencana dan rawan konflik. Sebelum berangkat ke Irak, politisi Partai Golkar ini ditugaskan meliput Tsunami Aceh pada 2004 silam.

Dari dunia jurnalistik ini pula ia kemudian banyak meraih penghargaan. Diantaranya yakni penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neil dari pemerintah Australia dan menjadi salah satu dari lima tokoh pers inspiratif versi Mizan tahun 2012.

Jika dulunya ia berkecimpung di dunia jurnalistik, kini Meutya lebih aktif di dunia politik. Di dunia barunya ini, Meutya pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Binjai periode 2010-2015 namun gagal.

Tak berhenti di situ, karir Meutya di dunia politik terus menapak ketika ia dilantik sebagai anggota DPR RI Dapil Sumatera Utara I. kemudian, dalam kontestasi Pilpres kali ini, Meutya juga mengambil peran yang cukup penting. Ia merupakan Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.