Kisah Bripda Pangestika Tinggalkan Kuliah Demi Jadi Polwan
Stifi Pangestika @MalangTODAY/yoga

MALANGTODAY.NET – Terinspirasi dari ayahnya yang juga seorang anggota kepolisian, Stifi Pangestika (23) memberanikan diri untuk mengejar cita-citanya menjadi polwan. Bahkan ia sempat meninggalkan bangku kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Menurutnya, menjadi seorang polisi adalah kebangaan tersendiri karena bisa terlihat gagah. Seperti ayahnya Aiptu Rokip yang kini tercatat sebagai anggota Bamin Lantas Polsek Dau.

Sejak selesai menempuh pendidikan SMA 2012 lalu, Stifi sudah berusaha keras untuk menjadi seorang polwan. Namun, waktu itu ia terhalang lantaran tinggi badannya yang tidak memenuhi syarat.

“Pertama daftar tinggi badanku kurang, akhirnya aku daftar KOWAD dan gagal juga. Sambil menunggu pendaftaran berikutnya, akhirnya aku memutuskan untuk kuliah,” kata polwan berpangkat Bripda itu.

Dua tahun berselang, pendaftaran polwan pun dibuka lagi dengan persyaratan yang bisa dipenuhi Stifi karena persyaratan soal tinggi badan dikurangi.

“Tahun 2014-nya aku daftar karena syaratnya bisa saya penuhi, akhirnya bisa lulus setelah tujuh menempuh pendidikan kepolisian.” ujarnya

Setelah itu, ia langsung mendapat penempatan di sekitar wilayah Kota Malang pada tahun 2015 dan menjadi anggota reskrim di Polsek Lowokwaru selama satu tahun sebelum dipindahtugaskan ke unit dikyasa Polres Malang Kota.

Terkait dengan tugas yang diembannya saat ini, ia mengaku sangat senang sekali berinteraksi dengan anak-anak yang diberi pendidikan tentang lalu lintas dan tugas kepolisian.

“Saya merasa tertantang disini. Terkadang anak-anak kecil banyak yang takut sama polisi. Tapi saya merangkul mereka kalau polisi itu sahabat anak dan masyarakat. Memberikan sosialisasi kepada anak mulai usia dini itu jauh lebih mudah dan menyenangkan. Meskipun ketika berbagi ilmu, mood nya anak-anak gampang berubah,” ujar dia sambil tertawa.

Di tengah kesibukannya itu, ia juga menyempatkan diri melakukan hobinya berolahraga.

“Aku orangnya suka olahraga. Lari dan renang. Kalau lari hampir setiap sore ketika pulang dinas. Kalau berenang, satu minggu sekali sama keluarga. Saya nggak suka nongkrong, capek. Mending dibuat olahraga saja biar sehat,” papar dia.

Perempuan berambut pendek ini mengatakan nyaris tidak ada waktu libur dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

“Dukanya ketika semua libur, kita tidak libur. Kami bertanggungjawab penuh terhadap masyarakat. Kalau ada waktu libur, waktu saya full untuk keluarga. Bagi saya keluarga nomor satu,” tukas dia.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.