Napoleon Bonaparte @Zendalibros
Napoleon Bonaparte @Zendalibros

MALANGTODAY.NET – Meskipun telah meninggal pada 5 Mei 1821 atau hampir 2 abad, kematian kaisar Prancis Napoleon Bonaparte masih menyisakan tanya. Sebab, ada dua kabar penyebab kematiannya yang beredar di masyarakat.

Pertama yakni alasan sakit. Dilansir dari Liputan6.com (5/5/2018), sebelum meninggal, Napoleon Bonaparte diasingkan oleh Inggris ke Pulau Saint Helena, Inggris tahun 1815. Hidup di pengasingan, kesehatan Bonaparte terus menurun. Sampai pada akhirnya ia menghembuskan napas terakhir usai melakukan pertobatan di hadapan Pastor Ange Vignali.

Berdasarkan hasil otopsi, doktor Fanchois Carlo Anommarchi menyatakan bahwa mantan Raja Italian ini menderita kanker perut.  Hal tersebut bisa ia simpulkan dengan data dukungan berupa gejala maag.

Sementara itu, ada juga yang meyakini bahwa kematian Bonaparte disebabkan oleh keracunan arsenik. Arsenik adalah salah satu unsur kimia dari golongan logam berat yang bersifat racun. Unsur ini bisa ditemukan baik di air, udaram tanah, bahkan mahan makanan.

Konspirasi bahwa Bonaparte meninggal akibat keracunan arsenik menguat karena pada saat jasadnya dipindahkan pada tahun 1840, kondisinya masih baik. Sebab, arsenik juga merupakan unsur kimia yang berfungsi sebagai pengawet.

Namun, menurut penelitian pada tahun 2017 guna  membuktikan hipotesis tersebut, peneliti tidak menemukan kandngan arsenik yang meracuni. Sebaliknya, peneliti justru menemukan bahwa kematian Bonaparte karena sakit. Sebab, mereka menemukan ulkus peptikum dan kanker lambung. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.