Edo, Dari Tukang Reparasi HP Sampai Jadi Penemu Media Sosial
Mochamad Edo, penemu media sosial Remap

MALANGTODAY.NET – Remap, media sosial bikinan arek Malang ini memang belum banyak dikenal masyarakat luas. Tapi tahu nggak sih, ternyata penemu aplikasi ini sering dikatain edan dan nggak waras sama teman-temannya, karena penemuan yang dibuatnya itu kebanyakan terhitung nggak masuk akal. Bahkan, untuk mengasah skillnya, pria bernama Mochamad Edo itu ternyata memulainya dengan menjadi reparator HP.

“Waktu SMA saya memutuskan jualan HP sembari menerima reparasi, dari situ saya terus belajar sampai sekarang,” katanya beberapa saat lalu.

Perjalanannya untuk sampai pada titik saat ini pun juga sangat panjang ternyata. Mulai dia dikucilkan karena dianggap aneh, diskors dari sekolah karena ketahuan ngehack website perusahaan besar, hingga mendapat kesulitan mengurus legalitas ketika hendak memasarkan produk buatannya di dalam negeri.

Sebelum mencetuskan Remap, Edo memang sudah banyak dikenal dengan beberapa penemuan. Salah satunya adalah laptop bikinanya, Ezy yang telah ia pasarkan di India, bukan di Indonesia. Sebab, saat itu dirinya dan investor mengalami kesulitan terkait legalitas ketika akan menjual produk dalam negeri.

“Padahal waktu itu sudah produksi sebanyak empat ribu unit dengan empat spesifikasi yang berbeda, akhirnya kita jual di India,” tambahnya.

Karena merasa sangat terpuruk dengan kegagalannya memasarkan produk dalam negeri itu, ia akhirnya mencoba bangkit beberapa saat kemudian dengan membuat kecerdasan buatan.

“Produksi laptop dulu sekitar tahun 2009 an, dan waktu itu saya jadi CEO termuda, tapi di negeri orang bukan Indonesia,” ceritanya.

Tak hanya puas sekedar menciptakan alat kecerdasan, ia pun mencoba mengembangkannya dengan hal baru. Hingga akhirnya muncul ide untuk menyatukannya bersama media sosial. Tujuannya, agar semua orang dapat mengakses manfaat dari kecerdasan buatannya itu untuk membantu kehidupan sehari-hari.

Ketika hendak merealisasikan Medsos buatannya itu, ia mengajak salah seorang temannya, dan sontak ditertawakan. Tapi dengan keukeh ia mempresentasikannya, dan akhirnya mendapat persetujuan untuk bekerja sama.

“Dari perjuangan itulah, Remap berhasil dibuat,” ujarnya.

Bapak dua anak ini menambahkan, Remap itu sendiri sangat kental dengan Kota Malang. Sebab nama itu merupakan bahasa walikan, yang sebelumnya berasal dari kata ‘Pamer’. Namun karena nama tersebut sudah ada legalitasnya, maka ia memilih membaliknya, berdasar ciri arek Malang, menjadi ‘Remap’.

Sementara terkait bagaimana ia memulai kesukaannya itu, ia bercerita bahwa semua bermula ketika ia mendapat kiriman komputer dari pamannya yang bekerja sebagai teknisi komputer di salah satu perusahaan Amerika, semasa ia masih SD. Kecintaannya berlanjut sampai pada tahun-tahun berikutnya.

Semasa SMA dia juga mendapat beasiswa kuliah di Amerika secara online, dan berlanjut semasa kuliah dengan mengikuti kursus bolak balik Indonesia Singapura. Alhasil, semua tangannya menciptakan hal baru pun sedikit demi sedikit telah direalisasikan.

“Ketika bolak balik Indonesia Singapura, kebetulan ada yang membiayai, seorang konglomerat di negara sana,” tutupnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.