MALANGTODAY.NET – Siapa yang tidak kenal Kampung Warna Jodipan atau Kampung Warna Warni Jodipan (KWWJ)? Kampung yang kini sedang hits ini adalah gagasan dari sekelompok mahasiswa yang menamakan diri mereka, Guyspro Komunikasi Universitas Muhamadiyah Malang (UMM).

Dari 8 orang yang tergabung dalam Guyspro ini salah satunya adalah Dinni Anggraeni, dara cantik kelahiran 22 tahun silam. Ia juga satu-satunya mahasiswa dari kedelapan orang tersebut yang berasal dari Malang atau Aremanita. Dinni kelahiran asli Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Dinni mengaku kaget dan tak menyangka Kampung Warna Warni bakal sepopuler seperti sekarang ini. Namun dirinya juga bersyukur karena hasil kerja keras bersama teman-temanya tidak sia-sia. “Gak nyangka sih, soalnya di luar ekspetasi kita, karena cuma 50% aja beritanya sudah ke mana-mana, tapi seneng sih emang,” ujarnya.

Dinni Anggraeni,

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi 2013 itu juga merasa bangga sebagai Arek Malang asli mampu berdedikasi untuk mengubah kotanya menjadi lebih baik.

“Seneng bisa mengangkat nama Malang, dengan membuat sebuah ikon baru yang mencerminkan Beautiful Malang,” kata gadis cantik yang kini sudah memasuki semester akhir itu.

Ia juga mengungkapkan selama proses mengubah Jodipan jadi seperti saat ini banyak suka duka yang dialami bersama Guyspro, mulai dari perbedaan pendapat, adu persepsi, hingga apresiasi dari orang di sekitarnya.

Gadis yang punya hobby nonton film ini berharap, para warga atau pengunjung dapat menjaga kebersihan dan keindahan Kampung Warna Warni, agar Kampung Warna bisa bertahan sebagai ikon dan kebanggaan Kota Malang.

“Itukan sekarang tempat wisata, ya gimana caranya lah agar tetap bersih dan gak buang sampah sembarangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa anak muda sekarang seharusnya lebih berani keluar dari zona nyaman, karena menurutnya jika hanya berfikir saja tanpa melakukan tindakan secara langsung akan percuma.

“Banyakin mainlah, main dalam artian yang baik, biar tahu di luar itu kayak apa, biar diri sendiri bisa terinspirasi buat ngrubah sesuatu atau lingkungan, lebih peka terhadap lingkungan, terus tetap semangat ikuti alur seperti air mengalir.” tutupnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here