'Digagahi' Janda Hingga 3 Kali, Pria Ini Alami Trauma
Ilustrasi pria 'digagahi' janda @ Oranye News

MALANGTODAY.NET – Kekerasan seksual hingga pemerkosaan tampaknya memang dapat terjadi kepada siapa saja. Perbedaan gender tak dapat dijadikan sebuah acuan terhadap frekuensi mana yang lebih potensial menjadi seorang korban.

Seperti seorang pria dari Taiwan yang bernama Ah Ruan ini misalnya. Di usia yang sudah menginjak 65 tahun, ia harus mengalami trauma lantaran diperkosa oleh seorang janda berusia 49 tahun.

Pertemuan antara keduanya pertama kali terjadi ketika sama-sama bertemu dalam sebuah acara di Taipei. Pasca acara itu, keduanya pun mulai berkencan layaknya muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.

Baca Juga  Keji! Gadis 13 Tahun Dijadikan Budak Seks Oleh Ayah dan Ibunya Sendiri!

“Dia mengajakku keluar makan malam di restoran. Dia menjemputku di stasiun kereta. Waktu itu sudah lewat pukul 22.00. Setelah makan malam, dia (janda) mengajakku ke rumahnya,” beber Ah Ruan.

Tak terjadi apapun di malam pertama. Kendati menginap dan berada dalam satu kamar yang sama, Ah Ruan memilih untuk tidur di lantai sedangkan sang pemilik rumah tetap berada di ranjangnya.

Merasa hubungan barunya berjalan dengan baik, esoknya Ruan tak segera pulang. Ia bersama sang janda melakukan kencan kedua mereka sambil mabuk-mabukan.

Baca Juga  Menyamar Jadi Wanita, Wasit Sepak Bola Ini Lecehkan 300 Anak Laki-laki

“Saat itulah aku merasa pusing dan lesu sehingga hanya berbaring di tempat tidurnya. Tapi janda itu bertingkah aneh, berteriak, dan memerkosaku. Saat itu aku lemas, tak punya tenaga,” beber pria malang tersebut.

Tak hanya sekali, menurut pengakuan Ah Ruan, janda itu bahkan memerkosanya hingga tiga kali. Sang janda juga memaksa Ruan untuk mengonsumsi suplemen supaya ‘kuat’.

“Dia memberiku suplemen seperti viagra sehingga bisa berhubungan sebanyak dua kali. Tapi aku sama sekali tak bisa menerima perlakuannya, aku diperkosa sampai tiga kali,” tegasnya.

Baca Juga  Terungkap! Ini Lokasi Rumah Sakit Perawat yang Lecehkan Pasiennya

Tak cukup memerkosa, Ah Ruan juga mendapatkan penghinaan dan pelecehan secara verbal. Dari cerita yang dituturkan Ruan, sang janda mengaku menyesal dan menghina Ah Ruan karena ukuran alat vital Ah Ruan tak sesuai dengan yang diharapkan oleh sang janda.

Merasa telah dilecehkan, Ah Ruan akhirnya melaporkan pengalamannya itu kepada pihak kepolisian. Ia mengaku bahwa pasca insiden mentalnya terganggu dan ia sering mengalami mimpi buruk.

“Dia mengatakan menyesal dan mengejekku. Dia mengatakan kemaluanku kecil, tak sebagus milik orang asing, dia menyesali perbuatannya karena hal itu,” pungkas Ah Ruan.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.