Tragis, Ayah Berhati Baja Ini Saksikan Langsung Putrinya Tewas 'Dilahap' Buaya
Ilustrasi anak tewas diterkam buaya @ Tribunnews

MALANGTODAY.NET – Kristin Rame (12), siswi SD kelas VI asal Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, meregang nyawa setelah diterkam seekor buaya di belakang rumahnya, Jumat (14/12/2018).

Tragedi mengerikan yang dialami korban disaksikan sendiri oleh sang ayah, Karel Rame. Sebelum putrinya tewas, Karel sempat berusaha melakukan perlawanan kepada buaya itu namun usahanya gagal.

Baca Juga  Intip Keseruan Memberi Makan Buaya di Predator Fun Park

“Ayah korban menunggangi buaya tersebut pada bagian punggung dan memegang leher buaya untuk melepaskan korban dari mulut buaya. Namun karena ukuran buaya terlalu besar, sehingga ayah korban terjatuh dan buaya tersebut berhasil membawa korban menjauh dan masuk ke dalam kolam,” terang Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (21/12/2018).

Kronologi kejadian ini berawal dari hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut sejak sore hari. Akibatnya air kolam Oematan meluap dan menggenangi rumah warga yang berada di sekitarnya.

Baca Juga  Berikut Fakta Unik Tentang Burung Merak

Karena luapan air menyebabkan banjir yang cukup tinggi, Karel Rame pergi ke kandang ternaknya dengan maksud memindahkan kambing miliknya yang hampir tenggelam karena luapan air tersebut. Saat itu Karel Rame tak sadar jika Kristin Rame membuntutinya dari belakang.

Karel baru sadar ketika putrinya sudah diterkam buaya pada kaki kirinya. Setelah gagal melawan buaya dan menyelamatkan anaknya, Karel malah menyaksikan sendiri sang putri tewas di depan matanya sendiri.

View this post on Instagram

Siswi SD kelas VI asal Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Kristin Rame (12), tewas dimangsa seekor Buaya di belakang rumahnya. . Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengatakan, Kristin diterkam Buayadisaksikan langsung sang ayah, Karel Rame. "Saat melihat anaknya diterkam buaya, Karel sempat berusaha melawan Buaya tersebut, namun tak berhasil," ungkap Jamari kepada Kompas.com, Sabtu (15/12/2018). . Kejadian itu, kata Jamari, bermula saat hujan deras mengguyur Kecamatan Kualin dan sekitarnya, yang mengakibatkan air kolam Oematan meluap dan menggenangi rumah warga yang berada di sekitarnya. . Pada pukul 15.00 WITA, Karel Rame pergi ke kandang babi miliknya yang terletak sekitar 6 meter dari rumah mereka, untuk memindahkan kambing yang diikat pada kandang babi karena kambing tersebut nyaris tenggelam. . Selanjutnya Kristin menyusul ayahnya dari belakang dan ke dalaman air di sekitar rumah mereka pada saat itu mencapai 1 meter. Tak berselang lama, seekor Buaya bergerak dengan cepat menerkam korban tepat pada kaki kiri. Karel berusaha menyelamatkan anaknya dengan menarik tangan kiri korban namun terlepas. . "Ayah korban lalu menunggangi Buayatersebut pada bagian punggung dan memegang leher buaya, untuk melepaskan korban dari mulut buaya, namun karena ukuran Buaya terlalu besar, sehingga ayah korban terjatuh dan Buaya tersebut berhasil membawa korban menjauh dan masuk ke dalam air," jelas Jamari. Para tetangga yang melihat kejadian itu lalu melapor ke Polsek Kualin. Sekitar pukul 15.15 WITA, personel Polsek pun tiba di lokasi kejadian dan bersama warga berusaha . menjerat Buaya tersebut. Usaha mereka akhirnya berbuah hasil. Buayaitu dijerat pada rahang dan kaki kanan belakang lalu diikat pada pohon. Namun Kristin sudah tewas dan diangkat dari kolam. "Setelah itu Kapolsek Kualin langsung menghubungi pihak BKSDA Kupang. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," tutup Jamari.

A post shared by INFORMASI & ENTERTAIMENT (@yuukkepo) on


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.