Kecelakaan Pesawat Lion Air di dekat Bandara Ngurah Rai Bali @MalangTODAYnet
Kecelakaan Pesawat Lion Air di dekat Bandara Ngurah Rai Bali @MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Kecelakaan pesawat adalah hal yang tidak diinginkan oleh semua orang. Namun, hal ini memang tak dapat dihindari terlepas dari kendali manusia.

Jika ditilik ke belakang, beberapa kecelakaan pesawat yang sudah terjadi sebetulnya bisa menjadi pembelajaran untuk kebijakan keamanan transportasi udara ke depan. Berikut ini adalah lima penyebab kecelakaan pesawat yang paling sering terjadi dilansir dari Suara.com (31/10/2018).

1. Cuaca

Cuaca adalah salah satu faktor penting penentu keselamatan penerbangan. Pihak maskapai maupun pilot tidak akan menerbangkan pesawat ketika cuaca buruk. Namun, seringkali masyarakat masih acuh terhadap hal ini. Padahal cuaca termasuk hal yang tidak bisa dihindari. Terkadang, meskipun pesawat berhasil lepas landas, bukan tidak mungkin pilot tiba-tiba bertemu badai yang harus dihindari pesawat.

Pesawat yang pernah mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk yakni pesawat milik British European Airways. Pesawat ini jatuh ketika lepas landas dari Bandara Munich-Riem. Kesimpulan dari penyidik mengenai sebab jatuhnya pesawat yang menewaskan 23 orang ini yaitu  karena landasan pesawat terkontaminasi salju. Akibatnya laju pesawat melambat dan tidak dapat mencapai kecepatan lepas landas.

2. Kesalahan manusia

Berikutnya ada faktor kesalahan manusia alias human error. Sejatinya, manusia tidaklah bisa secara sempurna secara terus menerus. Biasanya, kesalahan manusia yang sering terjadi di penerbangan yakni kelalaian pengendali lalu lintas udara, pengisi bahan bakar, dan bisa juga dari teknisi pemeliharaan.

Contoh dari kecelakaan ini yaitu karena kelalaian teknisi pesawat. Teknisi pesawat tersebut bekerja mengganti kaca depan ketika sedang mengantuk. Akibatnya, ia salah memasang hampir dari 90 baut. 90 baut tersebut justru berukuran lebih kecil daripada ukuran seharusnya.

3. Kesalahan pilot

Faktor ini memiliki proporsi hingga 50 persen. Kendali dari seluruh keputusan selama penerbangan adalah berasal dari pilot. Misalnya saja ketika pilot gagal melakukan jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengangkat peswat, maka akibatnya cukup fatal. Pesawat bisa kehilangan kendali hingga habis bahan bakar sebelum mendarat di tempat tujuan.

Tepat 6 tahun lalu, 13 April 2013, pesawat Lion Air JT 904 Boeing 737-800 mengalami kecelakaan di dekat Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurut penyidikan, pilot berhalusinasi seolah-olah sudah melihat landasan sehingga ia mendaratkan pesawatnya. Padahal, landasan tersebut masih ada di depannya. Beruntung, tidak  ada korban jiwa akibat kecelakaan ini.

4. Kerusakan mesin

Mesin secanggih apapun tetap saja memerlukan perawatan dan pasti memiliki masa berlaku sendiri. Kegagalan mesin ini masih memiliki proposi di bawah faktor kesalahan pilot. Pesawat yang pernah mengalaminya yaitu Qantas A380. Saat itu, pesawat tengah berada di atas Pulau Batam. Beruntung, kegagalan pesawat ini tidak menimbulkan masalah berarti karena berhasil dikendalikan pilot.

5. Sabotase

Di Indonesia, kecelakaan pesawat akibat sabotase cukup jarang terjadi. Meskipun demikian, ada juga pesawat yang disebabkan karena sabotase ini. seperti halnya pesawat jet yang menuju Dawson Field di Yordania. Saat itu, pesawat dibajak oleh para pengikut Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.