Hari Sumpah Pemuda, Begini Kata Pemadam Kebakaran Cantik ini
Yeni Kurnia Dewi (Istimewa/Yeni)

MALANGTODAY.NET – Beragam makna terkandung dalam Sumpah Pemuda. Berbagai cara pun bisa dilakukan para generasi muda saat ini untuk memaknai dan menghargai Hari Sumpah Pemuda.

Diungkapkan Yeni Kurnia Dewi, bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda dapat dijadikan sebagai renungan, agar generasi muda saat ini dapat merasakan atau meresapi bagaimana Sumpah Pemuda itu lahir. Dara yang sehari-hari bertugas sebagai pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang itu ingin, sebagai generasi penerus harus memiliki dedikasi yang tinggi.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Logistik, PMI Fokus Korban di Kabupaten Malang

“Hari Sumpah Pemuda menjadi renungan untuk mengingat perjuangan pemuda Indonesia waktu dulu, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penjajahan hingga nyawa menjadi taruhannya pun tidak mereka hiraukan. Tugas kita sebagai penerus yaitu melanjutkan perjuangan mereka dengan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa,” kata dara yang kini berusia 25 tahun itu pada MalangTODAY, Minggu (28/10/2018).

Penyuka kuliner bakso itu menambahkan, ada banyak sumbangsih pada bangsa dan negara yang bisa diberikan masing-masing individu generasi muda. Seperti Yeni sendiri yang memutuskan terjun menjadi petugas pemadam kebakaran.

“Banyak prestasi dalam masing-masing bidang yang dikuasai, guna meningkatkan kualitas bangsa,” terang wanita asli Malang tersebut.

Yeni memiliki pandangan tersendiri mengenai Sumpah Pemuda. Baginya, Sumpah Pemuda merupakan tonggak dimana pemuda-pemudi Indonesia dapat terus bersatu.

“Sumpah Pemuda mengingatkan tentang ikrar bersatunya pemuda Indonesia untuk senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala tantangan ancaman dan krisis,” ucap penghobi olahraga bersepeda ini.

Baca Juga: Warga Masih Trauma, Relawan PMI Berupaya Maksimal di Sirenja

Yeni juga mengungkapkan, sosok yang menjadi inspirasinya dalam momen ini yaitu Sunario Sastrowardoyo. Sunario salah satu tokoh Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Sunario lahir di Madiun, 28 Agustus 1902 dan meninggal di Jakarta, 18 Mei 1997 pada umur 94 tahun.


Reporter : Dhimas Fikri
Editor : Kistin Septiyani

Loading...