Terselimuti Proyek, Wajah Asli Balai Kota Malang Terus Berubah, Malang, Kota yang Kucinta Kini Tak Lagi Sama Seperti Dulu
Wajah Balai Kota Malang saat ini @ MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – ‘Malang, kota yang amat kucinta kini tak lagi sama seperti dulu’. Ungkapan itu akhir-akhir ini semakin santer saja diperdengarkan. Karena tak sedikit kalangan yang mengeluh dan merasa sedih dengan perubahan Malang di masa sekarang.

Malang yang semakin menjadi kota idaman ternyata bagi sebagian orang dinilai mengalami kemunduran. Karena kota yang berada di dataran tinggi ini sekarang lebih sering mengalami banjir saat musim hujan datang. Memikirkannya memang lucu, kota yang berada di dataran tinggi ini masih saja sering tergenang air.

Tapi itulah yang terjadi, setiap hujan datang, beberapa titik selalu digenangi air. Mulai dari pemukiman, perumahan menengah, hingga jalanan besar. Hampir tak pernah absen dengan genangan air itu.

“Dulu, Malang sangat jarang bahkan tidak pernah mengalami banjir,” kata salah seorang warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Ardliansyah Tsani Ghozali pada MalangTODAY.

Dia menilai, banjir yang selalu menjadi langganan ketika musim penghujan datang merupakan tanggungjawab bersama. Masyarakat maupun pemerintah sudah saatnya untuk lebih berfikiran maju dan saling introspeksi diri.

Karena menurutnya akan sangat konyol jika hanya menyalakan pemerintah, tapi masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan. Tak membuat saluran dengan benar, atau bahkan menutup gorong-gorong dan menjadikannya sebagai sebuah jalan.

“Masyarakat dan pemerintah harus saling interospeksi diri. Membenahi mana yang harus segera dituntaskan,” terang pria yang akrab disapa Tsani ini.

Sederet drainase yang membutuhkan pembenahan menurutnya harus segera dituntaskan. Dia juga menilai, jika drainase era kolonial belanda sangat bisa untuk dipelajari dan direalisasikan kembali di beberapa titik.

“Paling penting, masyarakat juga jangan sampai membuang sampah sembarangan lagi,” urainya lagi.

Tak berhenti di masalah banjir, kemacetan Kota Malang juga semakin dieluhkan oleh masyarakat. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, volume kendaraan pun praktis ikut bertambah. Namun sayang, tak diimbangi dengan infrastruktur pembangunan jalan dan angkutan umum yang memadai.

Namun untuk mengatasi kemacetan itu, Pemerintah Kota Malang juga sempat merencanakan pembangunan Monorel. Kajian demi kajian sudah dilakukan, dan belum dipastikan kapan monorel itu akan dibangun di atas bumi Arema ini.

Selain itu, sebagian kalangan, utamanya para pemerhati Cagar Budaya juga merasa sangat kehilangan dengan wajah asli Kota Malang. Karena kini, tak sedikit peninggalan era kolonial Belanda yang menyimpan memori dan selalu menarik perhatian wisatawan itu hilang begitu saja.

Sudah banyak perubahan, dan membuat banyak orang berfikir bahwa Malang yang mereka kenal dulu sama sekali tak sama dengan keadaan sekarang.

Loading...