harga beras naik

MALANGTODAY.NET – Memasuki awal di tahun 2018, masyarakat Indonesia masih dibayang-banyangi oleh naiknya harga kebutuhan pokok, utamanya beras.

Ketakutan tersebut bukan tanpa dasar, pasalnya pada Desember 2017 lalu harga beras mengalami kenaikan. Naiknya harga beras tersebut diprediksi akan terus berlangsung secara bertahap hingga awal tahun 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan beras merupakan salah satu komoditas terbesar penyumbang inflasi pada Desember 2017 yang sebesar 0,71 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui terjadi kenaikan harga bahan pangan pada akhir tahun lalu.

Ia menyebutkan, sebagian besar harga pangan di pasaran tetap normal meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Pertama, harga telur dan ayam (mengalami kenaikan). Beras naik sedikit. Di bawah satu persen, tapi naik,” ujar Darmin di Jakarta, Jumat (29/12) sebagaimana dilansir dari republika.

Namun, di beberapa wilayah lainnya kenaikan harga beras rata-rata 10 hinga 20 persen per zak ukuran 25 kilogram.

Seperti yang terjadi di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, seorang pedagang, Rihmah mengatakan kenaikan harga beras rata-rata 10 hinga 20 persen per zak ukuran 25 kilogram.

Dilansir dari tempo, beras merk Shifa misalnya naik dua kali dalam dua hari terakhir. Selasa kemarin, kata Rohmah, harganya 280 ribu per zak. Namun hari ini naik dua ribu menjadi 282 ribu.

Sementara itu, ditilik dari laman yang dikelola Disperindag Jatim, Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur, siskaperbapo.com terlihat jika harga beras merangkak naik pada Jumat (5/1/2018). Laman ini berisi update harga berbagai macam kebutuhan barang dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Seperti harga beras Bengawan yang sebelumnya Rp 11.505 naik sebesar 0,08% pada saat ini menjadi Rp 11.515, sama halnya dengan beras Mentik yang naik sebesar 0,12% menjadi Rp 11.171 yang sebelumnya Rp 11.157. Namun, berbeda dengan beras jenis IR 64, beras ini mengalami penurunan 0,18% dari Rp 10.125 menuju Rp 10.107.

Baca Juga  Harga Beras Melejit, Pedagang Pasar Besar Kepanjen Tercekik
harga beras @siskaperbapo

Walau terlihat pelan dan berlangsung secara bertahap, ancaman naiknya harga kebutuhan pokok masih harus kita waspadai. Mengingat masih ada beberapa hal yang menjadi pendongkrak naiknya harga beras, seperti pergerakan kurs dolar Amerika, cuaca yang tak menentu menyebabkan gagal panen, serangan hama, serta kebijakan pemerintah untuk import beras yang dirasa merugikan para petani lokal.

Oleh karenanya, perlu ada perhatian dari pemerintah setempat untuk terus memantau dan berusaha menekan harga bahan pokok agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.