Fenomena Hujan Es di Negara Tropis, Apakah Wajar? - MalangTODAY
Ilustrasi hujan es (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Catur wulan pertama di 2017 masyarakat Indonesia dibuat geger dengan fenomena turunnya hujan, bukan sembarang hujan melainkan hujan es. Seperti yang terjadi pada bulan April lalu, warga Kota Bandung dibuat merinding dengan fenomena ini karena es yang turun hingga sebesar kerikil. Bahkan di Bandung tetap pada bulan yang sama dilanda hujan es sebanyak dua kali. Sementara di Jakarta juga demikian, pada Maret lalu hujan es turun di ibukota ini.

Sebenarnya apa itu fenomena hujan es? Apakah hujan es ini termasuk fenomena alam yang kerap terjadi? Bagaimana hujan es bisa terjadi? Wajarkah hujan es melanda negara tropis? Dan pastinya ada banyak hal dalam pikiran kita tentang fenomena langka ini. Yuk, simak penjelasan MalangTODAY berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.

Hujan es terjadi karena adanya awan bernama Cumulo Nimbus (CB) yang biasanya berada di ketinggian lebih dari 5 km di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut merupakan titik beku yang suhunya mencapai 0o C. Awan ini bisa terus naik hingga mencapai 7-10 km di atas permukaan laut.

Disaat awan tersebut berada di ketinggian lebih dari 5 km di atas permukaan laut, massa uap air yang dibawa awan ini mengalami penurunan suhu yang cukup dingin sehingga membuatnya mengkristal dan menjadi es. Oleh angin yang berhembus, kristal es tersebut menempel satu sama lain dan membentuk bongkahan es yang cukup besar.

Jika awan CB yang berisi bongkahan es ini tidak kuat menahan beban, butiran dan bongkahan es tersebut akan turun ke bumi dalam bentuk hujan es.

Hujan es ini dalam ilmu meteorologi disebut juga dengan hail. Hail atau hujan es ini adalah presipitasi yang terdiri atas bola-bola es. Karena ukuran bongkahan es yang besar, sehingga meski es sudah turun ke suhu yang lebih hangat dan daerah lebih rendah, tidak semua es ini menjadi cair (mencair).

Terjadinya hujan es ini disertai dengan hujan air. Hujan es ini biasanya terjadi hanya sekitar beberapa menit saja, kemudian setelah itu akan kembali ke hujan air normal seperti biasanya.

Fenomena Hujan Es di Negara Tropis, Apakah Wajar? - MalangTODAY
proses hujan @ilmugeografi

Perlu diketahui, hujan es ini tidak hanya bisa turun di daerah subtropis saja, namun hujan es ini juga dapat terjadi di daerah sekitar garis ekuator atau daerah tropis, termasuk Indonesia.

Hujan es di negara tropis berpotensi terjadi pada musim pancaroba karena angin cenderung lemah dan berubah arah, akibatnya udara yang mengandung uap air terdorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin. Jika angin cukup kencang, hujan es bisa datang bersamaan dengan angin puting beliung.

Namun, meskipun hujan es yang turun hanya sebesar kerikil, para ahli menyarankan untuk tidak keluar rumah ketika hujan es terjadi. Selain berpotensi melukai tubuh, es yang turun tersebut merupakan uap air yang mengandung polutan dan kuman yang tak terlihat.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.