Bitcoin Sama Dengan Tulip Mania? Simak Penjelasannya!
Bitcoin @ bitcoin.com

MALANGTODAY.NET – Harga Bitcoin mengingatkan masyarakat dengan skandal investasi yg paling kontroversial dalam sejarah investasi, yaitu Tulip Mania.

Tulip Mania ini adalah istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan keadaan perekonomian yang menggelembung. Nama tersebut diambil dari Zaman Keemasan Belanda.

Sekarang, harga Bitcoin sudah menembus harga 11.925 USD dan akan terus melejit hingga suatu saat akan kolaps melewati periode bubble and burst atau gelembung ekonomi. Periode diimana harga suatu barang lebih tinggi daripada nilai jualnya.

Masih bingung persamaan Bitcoin dan Tulip Mania? Ini penjelasannya!

Tau dong, kalau ikon dari negara Belanda adalah Bunga Tulip? Pada pertengahan abad 16 saat Suleiman Agung menjadi Imperial Ambasador, Ogier Ghislain de Bhusbecq memperkenalkan bunga tulip yang diimport dari Turki ke Eropa untuk pertama kalinya.

Tulip berasal dari kata tulipan yang artinya sorban. Tulip langsung menjadi simbol kemewahan dan kesuksesan dari sebuah investasi.

Karena itu masyarakat berbondong-bondong membeli bunga tulip sebagai produk investasi dengan harapan meraih untung. Lalu, cerita sukses mereka yang berinvestasi tulip, tiba-tiba menjadi hot news dan makin bikin semua orang tertarik untuk berinvestasi bunga tersebut.

Masa investasi bunga ini mencapai puncaknya pada tahun 1636-1637, ibu rumah tangga, karyawan, polisi sampai room boy hotel, jadi demam Tulip. Untuk transaksi jual beli, umumnya hanya lewat secarik kertas tanpa adanya Cash on Delivery (COD) atau pengiriman langsung.

Seorang investor Gargoedt, mengaku berhasil mencetak 60.000 guilders (mata uang Belanda sebelum tahun 2002), walaupun masih berupa janji dalam bentuk kertas tulisan.

Sebagai perbandingan nilai, waktu itu upah pekerja di Belanda antara 200 sampai 400 guilders pertahun. Sedangkan harga tulip yang berwarna-warni itu, bisa mencapai 1.000 guilders dus, artinya lima kali lipat dari gaji rata-rata per tahun.

Spekulasi Tulip akhirnya kolaps dan harga bunga tersebut jatuh. Otomatis investor tulip juga jatuh bangkrut. Pemerintah Belanda terpaksa turun tangan dan menjadi penengah perselisihan kontrak jual beli yang tidak bisa dipenuhi itu.

Bitcoin Sama Dengan Tulip Mania? Simak Penjelasannya!
Tulip Mania @ richardcayne.com

Bitcoin, itu sama seperti tulip. Spekulasi produk investasi sudah tidak didukung nilai intrinsik lagi. Para pialang dan fund manager mengingatkan nasabah dan masyarakat tentang nilai intrinsik dari Bitcoin.

Teori nilai intrinsik dikembangkan oleh seorang ekonom Inggris, David Ricardo (1811) dan Karl Marx (1848) (das kapital) sebagai teori Surplus Value dari faktor produksi.

Kedua teori ini, ternyata ditentang oleh Carl Menger dari Austria pada tahun 1871, dengan teori Subjective Value (faktor user dan bukan faktor produksi seperti halnya Ricardo dan Marx).

Kalau kita membeli emas, harga emas akan didukung nilai intrinsik yang didapat dari ongkos produksi menambang biji emas, hingga diolah menjadi logam emas murni.

Demikian juga dengan perak dan komoditas lain. Sebaliknya Bitcoin hanyalah “ledger” dalam block chain algoritma komputer. Sehingga sulit diterima akal pikiran seseorang, yang berani membeli 1 keping Bitcoin seharga 11.925 USD atau sekitar Rp 161 juta.

Bitcoin tidak mempunyai P//L (profit loss). Bitcoin hanya proses exchange trade tanpa regulasi dan beberapa orang bisa berkomplot untuk nego harga bitcoin, persis skandal Tulip Mania.

Hal ini jauh berbeda dengan emas, perak, komoditas lain atau saham yang mempunyai P/L dan proses exchange trade diawasi oleh regulator. Seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di Wallstreet dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam) di Bursa Efek Indonesia.

 

Kontributor : Ir. Hendro Subekti,
Direktur PT Dinamika Persada Jakarta