Kenapa Sih 12 Tahun Belajar Bahasa Inggris Cuma Bisa ‘Yes’ Sama ‘No’?
Anak SMA cewek di sekolah kids zaman now @ MalangTODAY.net
Penulis : Annisa Eka Safitri

Editor : Annisa Eka Safitri

MALANGTODAY.NET – Pendidikan di Indonesia mewajibkan warga negaranya untuk mengenyam bangku sekolah selama 12 tahun, dari SD sampai SMA/SMK. Tapi, banyak yang heran, kenapa sih kita tetep aja nggak lancar ngomong bahasa Inggris?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul di pikiran seseorang, ketika ngeliat ada teman atau public figure yang nggak bisa bahasa Inggris. Meskipun mereka udah belajar dari kelas 1 SD sampai 12 SMA/SMK.

Sebagian dari kita cuma bisa, ‘yes’ sama ‘no’ aja kalo diajak ngomong bahasa Inggris. Hayo? Kenapa ya kok masih suka lupa vocabulary, salah nulis atau bahkan grogi ngomong sama bule?

Kamu penasaran sama jawabannya? Tenang, MalangTODAY udah bikin 5 alasan kenapa kita nggak bisa ngomong bahasa Inggris setelah belajar 12 tahun.

  1. Malu Shay

Dari jaman masih jajan sate telor sampe hangout di cafe, kita dikelilingi sama yang namanya bahasa Inggris, terutama di pelajaran sekolah. Bener nggak? Tapi banyak dari kita yang masih malu buat ngomong bahasa Inggris. Kenapa malu? Karena nanti dibilang keminggris sama orang lain. Macem Cinta Laura gitu deh. Hmmmm.

Kenapa Sih 12 Tahun Belajar Bahasa Inggris Cuma Bisa ‘Yes’ Sama ‘No’?
Cinta Laura meme @ Twitter.com
  1. Nggak bisa les bahasa Inggris
Kenapa Sih 12 Tahun Belajar Bahasa Inggris Cuma Bisa ‘Yes’ Sama ‘No’?
Sabar ya, jangan terlalu dipikirin (ist)

Ada yang punya persepsi kalau belajar bahasa Inggris di sekolah itu nggak cukup. Akhirnya alternatif les bahasa Inggris muncul di kalangan orang tua, yang pengen anaknya bisa berbahasa Inggris.

Tapi, sayangnya, biaya les yang mahal jadi kendala beberapa masyarakat untuk mengikuti les tersebut. Hasilnya? Yaudah, orang kaya aja yang bisa les dan cas cis cus kayak bule.

  1. Guru Bahasa Inggris
Kenapa Sih 12 Tahun Belajar Bahasa Inggris Cuma Bisa ‘Yes’ Sama ‘No’?
Masih mending daripada guru yang satu ini @ Brillio.net

Nah, kalo yang satu ini, sering banget jadi keluhan pelajar yang dapet guru bahasa Inggris zonk! Bisa dapet guru killer atau yang nggak niat ngajar. Hal ini bisa berpengaruh ke track record kita dalam mempelajari bahasa Inggris. Termasuk nilai Ujian Nasional atau Ujian Akhir Sekolah yang jeblok. Sedih kan? Padahal bukan salah kita. Hiks.

  1. Membela Bahasa Indonesia

Ini adalah alasan kesekian kalinya dari orang yang belum lancar berbahasa Inggris. Banyak temen atau public figure kita, ngomong atau nulis bahasa Inggris dengan pengucapan dan penulisan yang salah. Pas kita coba bantu benerin, responnya?

“Bodo amat, aku kan orang Indonesia. Masalah buat lo?”

Serba salah kan? Niat membantu biar nggak bikin temen kita malu, eh malah kena semprot. Sedih….

  1. Jarang ketemu bule
Kenapa Sih 12 Tahun Belajar Bahasa Inggris Cuma Bisa ‘Yes’ Sama ‘No’?
Nikah dulu sama bule kali ya, biar bisa cas cis cus @ Dream.co.id

Bule atau orang asing selain menguntungkan bagi pariwisata negara, ternyata juga menguntungkan buat penduduk lokal lho! Dengan ketemu bule, kemampuan bahasa Inggris kita jadi lebih gampang diserpa ketimbang teori di sekolah. Biasa lah, teori lebih susah daripada praktek.

Cuman, lagi-lagi ada beberapa orang yang merasa kalau dirinya jarang ketemu sama bule dan nggak penting untuk benar-benar fasih berbahasa Inggris.

Dari lima alasan itu, kamu termasuk tipe orang yang mana? Emang miris sih, ketika kita udah belajar bahasa Inggris dari SD sampai SMA/SMK, bahkan ada yang sampe kuliah ambil jurusan bahasa Inggris, tapi tetep aja nggak belum bisa ngomongnya.

Akhirnya muncul pertanyaan, kenapa pemerintah memasukkan bahasa internasional itu jadi pelajaran wajib di sekolah?

Sebenernya ini balik lagi ke persepsi masing-masing. Seiring berkembangnya era globalisasi, bahasa Inggris udah nggak bisa disepelekan lagi.

Malu dong, ketika program Masyarakat Ekonomi Asia masuk ke Indonesia dan kita gagap ngomong bahasa Inggris. Jadinya apa? Malah kita ngerugiin negara. Bener nggak?

Kamu nggak bisa les? Belajar aja autodidak lewat lagu atau film.

Kamu dapet guru killer? Minta bantuan orang terdekatmu buat ngajarin bahasa Inggris.

Bela bahasa Indonesia? Nggak ada salahnya, tapi liat konteksnya dulu ya.

Malu? Kamu bukan putri malu shay, ngapain malu. Percaya diri aja dan jangan takut salah. Toh pasti bakalan ada yang benerin kok.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda