Mari Cari Tau Teko, Teater Komunitas Asli Ngalam
Teater Komunitas

MALANGTODAY.NET– Teater Komunitas atau yang sering disebut Teko merupakan salah satu komunitas yang berkecimpung dalam perkembangan dunia keteateran di Kota Malang. Dengan tujuan memberikan wadah anak-anak muda untuk mengeksplorasi seni teater dengan seni-seni pendukungnya.

“Tujuannya untuk sama-sama tumbuh dan berkembang serta mengeksplorasi teater ini bagaimana. Dari teater sendiri kita juga bisa menjamah bentuk-bentuk kesenian lainnya disitu”, ungap salah satu sutradara, Bedjo Supangat.

Ia menceritakan fokus dari Teko ini adalah dunia teater dengan tidak mengesampingkan seni rupa dan seni musik yang selanjutnyata tercermin dalam program Teko itu sendiri.

“Fokusnya sih kita diteater, tapi kalau dari programnya itu kita meliputi seni rupa dan seni musik”, ungkap Bedjo.

Teater Komunitas

Sejak kelahirannya pada 11 April 2014, Teater Komunitas terus menunjukkan eksistensinya sebagai kelompok teater yang memadupadankan ragam-ragam  kesenian  didalam  kegiatannya. Sehingga  menjadi wadah bagi komunitas-komunitas lain untuk berhimpun dan berkarya kreatif bersama.

Serangkaian acara workshop, mulai dari workshop  teater bersama dua aktor kawakan Teater Mandiri yaitu Arswendy Nasution dan Bambang Ismantoro pada bulan Juni 2014, hinggaworkshop menulis bersama sastrawan besar Indonesia yaitu Ayu Utami pada bulan Oktober 2014, telah membuat Teko semakin dikenal oleh masyarakat seni di Malang sebagai teater yang mampu  memberikan inovasi-inovasi untuk perkembangan seni di Malang.

Beberapa  komunitas  yang  telah  bekerja  sama  dan  hingga  saat  ini berhubungan baik dengan Teater  Komunitas adalah Encompass Indonesia, Yepe – Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam, Blue Grass Community, Unit Kegiatan Mahasiswa  Penulis  UM,  Himpunan  Mahasiswa  Pecinta  Fotografi  (Himafo)  UM,  Sunday Photography, Ruang Karakter, Pelangi Sastra Malang, Komunitas Kalimetro, Teater Gema SMA N 1 Lawang, Komunitas Warung Kelir, dan Komunitas Film Dokumenter UM.

Tidak  hanya  workshop  dan  kerja  sama  dengan  sejumlah  komunitas  dalam  upaya pengembangan  diri,  Teko  juga  telah  melakukan  pentas  dengan  durasi  pendek  di sejumlah  acara.  Di  antaranya  adalah  di  Festival  Kampung  Cempluk,  Festival  Kampung Malangan, Bhineka Camp Encompass Indonesia, workshop menulis bersama Ayu Utami, hingga dalam momen jamming musikalisasi puisi di acara-acara di Warung Kelir.

Bejo berharap dengan adanya Teko ini mampu memberikan dorongakn kepada komunitas teater lainnya untuk saling bersinergi menciptakan atmosfer keteateran di Kota Malang yang berkembang dengan baik.

“Bisa berkembang lagi dari sengi perkembangan serta proses, selain itu juga bisa memberi rangsakan kepada temen-temen teater di Kota Malang biar saling bersinergi”, turur Bejo.

Ilal, mengaku dengan bermain teater mampu memberikan dampak positif dan memberikan arti kehidupan untuk dirinya. Ia merasa ada perubahan besar didalam hidupnya.

“Yang saya dapatkan dari terater banyak mas, mencari arti dalam kehidupan dengan cara memanusiakan manusia, ya caranyanya dengan main teater dan efeknya posisif banget mas”, ujar salah satu anggota Teko ini.

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.