Bandar Narkoba Asal Sidoarjo Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi penembakan@MalangTODAY/istimewa

MALANGTODAY.NET – Hermawan (35) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya ketika dirinya berusaha melarikan diri dari kejaran Polisi. Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu Roni Fasla, ketika dikonfirmasi pada hari Sabtu (18/3) mengatakan pelaku yang ditembak mati bernama Hermawan, usia 35 tahun, warga Dupak Surabaya.

Polisi terpaksa harus mengeluarkan “timah panas” ketika Hermawan, seorang yang teridentifikasi sebagai spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) berusaha melarikan diri ketika ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (17/3) malam.

Menurut penuturan Iptu Roni Fasla kepada Antara, Jumat (18/3). Kepolisian sudah memburu pelaku selama dua bulan. “Pelaku yang akrab disapa Mukri itu sudah ditangkap polisi di rumahnya. Namun kemudian melarikan diri saat kami membawanya ke Kantor Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” jawabnya.

Mukri akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sekitar rumahnya, kawasan Dupak, Surabaya, setelah tertembus timah panas yang ditembakkan polisi ketika dia berusaha melarikan diri.

“Pelaku teridentifikasi mencuri kendaraan di 42 tempat kejadian di Surabaya,” imbuh Roni. Menurutnya, Mukri tidak sendirian ketika melancarkan aksinya. “Kompolotannya ada empat orang. Mukri bertindak sebagai pengantar motor curian ke penadah yang belokasi di Pulau Madura,” jelasnya.

Modus yang dilakukan Mukri agar motor curiannya tidak terdeteksi aparat saat mengantar ke penadah ke Madura adalah dengan mengganti plat nomor kendaraan.

“Pelaku menggantinya dengan plat nomor kendaraan palsu. Kebanyakan diganti dengan plat nomor M, inisial plat nomor kendaraan asal Pulau Madura, dia mengirimnya ke penadah dengan mengendarainya melalui Jembatan Suramadu,” ujar Roni kepada awak media.

Saat menangkap pelaku di rumahnya, polisi sempat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi. Di antaranya sebuah plat nomor kendaraan, sebilah pisau, sebuah kunci T, serta surat kendaraan yang diduga hasil curian.

Saat ini, kata Roni, pihaknya masih memburu tiga tersangka lain yang menjadi komplotan kejahatan yang biasa bekerja bersama Mukri.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here