Marak Wabah MSS, Penjualan Daging Babi di Badung Turun Drastis
Ilustrasi penjual daging babi di pasar @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET –  Penjualan daging babi mengalami penurunan cukup drastis. Hal itu akibat mewabahnya kasus penyakit meningitis babi atau meningitis streptococcus suis (MSS) di sejumlah daerah, termasuk di Badung, Bali.

Salah satu pedagang daging babi di Pasar Tradisional Badung, mengakui jika turunya minat konsumsi daging babi diakibatkan mewabahnya penyakit MSS yang menyerang ternak babi di kawasan itu. Penurunan tersebut dirasakan sejak beberapa hari ini.

“Penurunan penjualan daging babi ini sangat saya rasakan sejak dua hari lalu, karena adanya kasus bakteri pada hewan babi itu,” kata seorang pedagang daging babi, Putu Nasa, di Pasar Badung, Senin (13/03).

Ia mengaku sebelum kasus ini mencuat, dalam sehari ia mampu menjual tiga ekor babi karena permintaan konsumen yang membeludak, namun saat ini dua ekor babi yang disiapkan belum juga laku terjual.

Menurutnya harga daging babi masih stabil  diangka Rp48 ribu per kilogramnya, tidak mengalami penurunan. “Untuk harga tidak banyak terjadi perubahan, namun akibat adanya isu penyakit pada babi ini, maka penjualan sangat saya rasakan menurun drastis,” katanya.

Apabila isu penyakit ini terus merebak dan memakan korban, dia, mengkhawatirkan saat Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan akan terjadi penurunan dalam permintaan daging babi.

“Kami belum bisa memastikan ada penurunan permintaan daging menjelang Galungan dan Kuningan. Namun, hingga kini banyak pelanggan saya yang enggan membeli daging babi karena isu tersebut,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, apabila kasus ini terus terjadi tentunya akan mematikan para pedagang dan juga peternak babi yang ada di Bali. Untuk diketahui, meningitis babi merupakan meningitis bakteri akut zoonosis, yang penularannya dari babi ke manusia.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here