MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Berita tentang tertangkapnya salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten Malang dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh jajaran Polres Malang Kota mengejutkan banyak pihak. Salah satunya dari Pusat Kajian Anti Korupsi (PAKU) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira).

Primadiana Yunita, Direktur PAKU Unira mengungkapkan kepada MALANGTODAY.NET bahwa OTT dalam kasus pungutan liar (Pungli) atau suap kemarin hanya sebuah awal. Masih banyak kasus serupa yang belum terungkap.

Ia menilai masalah pungli, suap, dan korupsi adalah masalah mental dan niatan. Seketat apapun pengawasan yang dilakukan negara, kalau sudah ada niat memainkan anggaran pasti selalu saja ada celahnya. Dan orang yang meakukan tindakan rasuah pasti sudah memahami resiko itu, dan diambil juga.

“Mungkin saja di tataran awal itu hanya sebagai ‘ancaman’ dan respon terhadap kasus pungli yang kembali hangat akhir-akhir ini,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai satuan tugas (Satgas) yang baru dibentuk, Satgas Pungli juga belum bisa dinilai efektivitas kerjanya. Jadi akan sangat kelihatan kerjanya ketika ada mekanisme yang dibentuk untuk meminimalisir praktek rasuah atau suap.

“Kalau hanya sekedar menangkap pelaku, saya rasa itu tidak signifikan dalam pemberantasan Korupsi,” tandasnya.

Untuk diketahui, PAKU Unira adalah lembaga kajian yang dibuat oleh Universitas Raden Rahmat yang ditujukan sebagai bentuk partisipasi kampus dalam pemberantasan korupsi. Melalui kajian yang merumuskan sebuah formula dalam memerangi praktek korupsi.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda