MALANGTODAY.NET – Kota Malang saat ini juga memiliki beragam kampung bertema yang tak kalah menarik loh. Usai Kampung Warna-warni di Jodipan dan Kampung Glintung Go Green (3G) berhasil mendapat perhatian masyarakat di seluruh penjuru nusantara bahkan luar negeri, kini ada juga Kampung Belantik (Belanja Petik) Mandiri di RW 11 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Malang.

Tak hanya bersih, kampung yang dipenuhi dengan beragam produk organik ini juga menawarkan wisata belanja aneka tanaman langka dan spesial loh. Ketua RW 11 Kelurahan Merjosari, Yudi Purwanto mengatakan, inisiasi program ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2013.

 

img-20161204-wa0011

Modal swadaya, program ini akhirnya mampu memberi banyak manfaat bagi warga sekitar. Karena kini, ada banyak jenis tanaman yang bisa langsung dipetik didepan rumah, tanpa harus menunggu penjual sayur atau buah datang.

“Tanamannya sangat beragam, dan sengaja dibuat tematik untuk masing-masing gang,” katanya pada Malangtoday.net beberapa saat lalu.

Yudi menambahkan, setiap komoditas yang berada di masing-masing gang diharap dapat menjadi jujukan dan memudahkan apabila ada wisatawan yang datang. Diantaranya ada gang kelompok jahe, ada juga kelompok sayuran. Semuanya dipisah, dan sangat mudah untuk dinikmati.

Dengan konsep yang berbeda itu, kesan perumahan yang tak jarang identik individualis pun ditepiskan. Karena di perumahan Vila Bukit Tidar ini, setiap warga guyub dengan kesibukan menanam beragam tanaman sesuai dengan tema masing-masing kelompok.

“Untuk sekarang memang masih dikonsumsi pribadi, dan semua organik tanpa pestisida,” urainya.

kampung-belantik-2-malangtoday-net

 

Meski begitu, lanjut Yudi, pihaknua juga memiliki showroom yang menjual aneka produk langka dan spesial. Diantaranya tanaman yang tidak mengenal musim seperti jambi madu delhi yang per kilogramnya dibandrol Rp 50 ribu. Selain itu juga ada buah tin yang harganya juga tidak kalah mahal dengan produk lainnya.

“Namanya kampung buang sial (tanaman buah langka dan spesial), harganya mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah, dan bisa dibuka hanya pada saat tertentu saja,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, beragam tanaman pun di tanam diberbagai lahan yang juga memanfaatkan bahan bekas. Seperti kaleng, botol minuman, limbah plastik, hingga jeans yang sudah tidak digunakan. Hasilnya pun rapi dan mengundang banyak orang untuk selfie di berbagai titik RW 11 Perumahan Vila Bukit Tidar itu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.