Wihh.. Sampah Pasar Merjosari Kian Menggunung
Tumpukan sampah di Pasar Merjosari

MALANGTODAY.NET – Satu pekan sudah penarikan retribusi di Pasar Merjosari diberhentikan. Akibatnya, tumpukan sampah pun semakin menggunung dan membuat sebagian besar pedagang dan warga sekitar kebingungan. Karena sampai hari ini, sampah tak dapat diangkut ke tempat pembuangan sampah (TPS) seperti biasanya.

Sebagai bentuk protes, di setiap tempat pembuangan sampah sementara yang terletak di sisi timur pasar pun terdapat deretan poster. Diantaranya bertuliskan ‘Hidup Kami Ada Di Pasar Merjosari’, dan ada juga tulisan ‘Dilarang Buang Sampah Di Sini Sampai Tanggal 28-12-2016‘. Selain itu, tertulis juga sebuah poster ‘Kami Tetap Bertahan Di Sini’.

Pedagang Pasar Dinoyo, Sabil El Achsan mengatakan, pemberhentian itu merupakan bentuk intimidasi dan keangkuhan pemerintah. Karena efek yang harus diterima pedagang sangat besar. Sehingga, protes keras akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Aksi jilid dua akan segera kami lakukan, karena yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan. Merjosari dijadikan sebagai pasar ilegal,” katanya pada MalangTODAY.net ketika dihubungi melalui jaringan seluler beberapa saat lalu.

Sementara itu, tak sedikit pedagang dan pengunjung pasar yang juga merasa sangat terganggu dengan bau menyengat yang luar biasa itu. Karena meskipun menggunakan masker, bau takbsedap masih mereka rasakan.

Tumpukan sampah di Pasar Merjosari

“Aduh, baunya luar biasa, membuat tidak nyaman saja,” tutur salah seorang pembeli di Pasar Merjosari.

Sampah yang berasal dari para pedagang itu sebagian besar merupakan sisa dari dagangan seperti sayuran dan buah-buahan. Sehingga, bau busuk pun semakin menyengat. Selain itu, tumpukan plastik juga tampak berserakan di sekitar pasar.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here