Mengintip Warna-Warni Indonesia di Pelangi Bangsaku
Keseruan gelaran Pelangi Bangsaku SMAK Kolese Santo Yusup yang Ketujuh (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Pelangi Bangsaku, SMAK Kolese Santo Yusup, kembali digelar untuk ketujuh kalinya. Kali ini, potensi keberagaman bangsa Indonesia pun masih menjadi konsentrasi utamanya. Menariknya, tahun ini Papua dan Maluku menjadi ikon utama dalam gelaran yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Wakil Kepala Sekolah bagian Humas, SMAK Kolese Santo Yusup, Elisabeth Aning Adicahyani mengatakan Pelangi Bangsaku merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Dalam acara tersebut, tiap siswa diajak memperkenalkan tradisi dan budaya dari masing-masing daerah.

“Ini kesempatan bagi para siswa dan siswi kami yang memang berasal dari seluruh penjuru Indonesia untuk memperkenalkan budayanya,” katanya pada wartawan, Sabtu (28/10).

Seluruh siswa dan guru dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Beragam pameran, pertunjukan yang kental akan tradisi hingga bazar kuliner disuguhkan.

Setiap siswa akan menjual beragam kuliner khas dari setiap daerah. Masyarakat umum yang tertarik pun dapat merasakan kuliner yang ada di festival itu.

Terselenggaranya acara tersebut, ditargetkan dapat merangsang para siswa untuk terus bangga dengan budayanya sendiri. Selain itu, juga semakin terbuka dalam memperkenalkan potensi budayanya kepada masyarakat luas.

“Karena kegiatan ini juga untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, Bukan Bahasa, dan Hari Pahlawan,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kegiatan ini nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu agenda wisata di Kota Malang. Karena dalam setiap gelaran yang dilaksanakan, ada begitu banyak jenis kesenian budaya dan tradisi dari banyak daerah yang dipamerkan.

Sementara pada acara kali ini, masing-masing daerah asal siswa dan siswi juga memberi banyak dukungan. Baik dukungan secara finansial maupun memberi fasilitas, seperti meminjamkan peralatan dan kostum dari masing-masing daerah.

“Gubernur NTT  dan perwakilan pemerintahan dari Papua juga sengaja menyempatkan waktu untuk bergabung bersama kami,” pungkasnya. (Pit/Ans)

Loading...