Malangtoday.net – Membludaknya pengurusan KTP elektronik di Dispendukcapil Kabupaten Malang dikeluhkan beberapa warga. Tidak adanya ruangan dan loket khusus untuk pengurusan KTP,  yangn menyebabkan antrian yang ada tampak tidak teratur.

Salah seorang warga yang ditemui Malangtoday.net, di kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang, mengungkapkan bahwa jumlah loket dan banyaknya warga yang datang tidak memadai. Ia menilai Dispendukcapil kurang sigap mengantisipasi membludaknya warga.

“Saya sudah datang sejak pukul 10.00 dan memdapat antrian nomer 261, sedangkan sampai sekarang (14.00) nomer antrian masih 200. Sepertinya saya bisa sampai malam di sini,” ujar perempuan asal Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare, kepada Malangtoday, Selasa(4/10).

Evril menambahkan, sebelumnya ia sudah melakukan pengurusan e-KTP di Kantor Kecamatan Kalipare, akan tetapi menurut petugas Kecamatan data dan namanya tidak keluar di komputer kecamatan. Kemudian ia diarahkan untuk langsung ke Kantor Dispendukcapil di Kepanjen.

Pembuatan e-KTP sedianya bisa dilakukan proses perekaman di kantor kecamatan. Proses perekaman adalah merekam data penduduk dengan langsung memasukkan data diri dan foto ke dalam komputer. Akan tetapi dengan alasan sistem sedang bermasalah akhirnya dialihkan ke ruang restore di Kantor Dispendukcapil.

“Menurut petugas kecamatan, saya diminta langsung ke ruang restore di Kantor Dispendukcapil Kepanjen, akan tetapi sampai sekarang saya belum tahu di mana ruang tersebut. Saya hanya mendapat nomer nurut antri dan menunggu dipanggil,” ujarnya.

Meski demikian, Evril mengakui tidak menemui pungutan-pungutan ataupun percalona dalam mengurus KTP kali ini. Hanya saja ia menyayangkan tidak teraturnya ruang antrian dan panggilan yang ada.

“Seandainya ada calo, mungkin saya lebih memilih menggunakan jasa calo. Mengingat kerumunan massa seperti ini. Padahal saya sangat butuh e-KTP untuk pengurusan pernikahan kami,” imbuh perempuan yang datang didampingi calon suami tersebut.

Ia berharap, harusnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bisa belajar dari layanan di stasiun Kereta Api. Banyaknya loket dan dan kecepatan pelayanan membuat warga yang datang bisa antri dengan lebih cepat.

 

Berikan tanggapan Anda