Keindahan Ikon Topeng Malangan Yang Berjajar di Kawasan Desaku Menanti (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Desaku Menanti, kawasan khusus bagi mantan gepeng dan anak jalanan binaan Dinas Sosial Kota Malang terus bertansformasi. Kali ini, daerah yang berada di Baran itu kembali dibuat mandiri dengan konsep wisata loh.

Karena berbeda dengan saat awal diresmikan, kini ada begitu banyak elemen cantik yang mulai menghiasi kawasan binaan itu. Salah satunya Topeng Malang ukuran raksaan yang siap menyapa para wisatawan yang hendak berkunjung ke sini.

Ikon kota pendidikan itu berada tepat di atas pintu masuk dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, juga ada ratusan topeng kecil yang siap diajak narsis bersama.

Meskipun terbilang baru dan perlu pembaruan terus menerus, tapi lokasi ini pas banget sebagai destinasi wisata baru, dengan udara yang masih sangat segar.

Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas mengatakan, konsep wisata ini sengaja diusung untuk meningkatkan kemandirian masyarakat. Sebab sejauh ini, warga yang menempati Desaku Menanti masih sangat tergantung dengan subsidi yang diberikan pemerintah.

“Padahal jumlah kartu keluarga (KK) yang ada di sini (Desaku Menanti) ada 38 KK,” terangnya beberapa menit lalu.

Sementara itu, Wali Kota Malang, M. Anton yang meresmikan secara langsung Launching Topeng Malangan menambahkan, pengembangan Desaku Menanti harus terus dilakukan. Karena sekarang, sudah tampak mengalami perubahan dari sejak awal didirikan.

“Awal meletakkan batu, saya sempat merasa pesimis, tapi ternyata kini tampak menjadi lebih bagus dan membuat saya semakin optimis,” tambahnya.

Tak hanya itu, pria nomor satu di Kota Malang ini juga memberi sorotan tajam terhadap akses menuju Desaku Menanti yang sangat jauh dari kata layak. Dia pun meminta, agar dinas terkait segera melakukan perbaikan. Sehingga wisatawan yang hendak berkunjung dapat lebih nyaman dan aman.

“Kita ada banyak kampung tematik, dan kini Desaku Menanti temanya kampung topeng, dan ini pasti bisa menyedot banyak wisatawan,” tegas Anton.

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here