MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Sempat ditunda beberapa waktu lalu, peninjauan pembangunan proyek Islamic Center Kota Malang kembali dilakukan pagi ini. Tujuannya, selain menggali potensi pusat kajian islam, jiga memberi gambaran bagi juri dalam melakukan penilaian lomba desain islamic center yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kepala Bappeda, Wasto, mengatakan, para juri yang menilai desain bangunan pusat kajian Islam itu, minimal harus mengetahui kondisi lapangan ketika melakukan penilaian, sehingga penilaian yang dilakukan memiliki dasar yang kuat. tak hanya itu, Wasto juga menerangkan, jika kunjungan ini juga merupakan bentuk kesiapan bahwa pembangunan Islamic Center di Kota Malang dilaksanakan tahun mendatang. “Semua sudah siap, karena objek lokasi sudah menjadi hak milik pemerintah, sudah clear semua,” katanya pada wartawan beberapa menit lalu.

MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

Menurutnya, lahan seluas 5,6 hektare ini nantinya akan dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat Malang Raya. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan beribadah hingga wisata religi. Berbagai fasilitas, seperti pusat kajian Islam, dan sebagainya termasuk lahan hijau dan parkir akan diintegrasikan dalam satu lokasi.

Wasto berharap ada dukungan masyarakat terhadap pembangunan Islamic Center, salah satunya ikut serta dalam lomba desain. menariknya, peserta lomba desain ini tidak hanya dari Masyarakat Malang Raya, tapi juga mancanegara, salah satunya dari Negeri Jiran, Malaysia.

“Sejauh ini peserta yang mengambil formulir sangat banyak, dan yang mengembalikan baru lima peserta,” bebernya.

Tak hanya itu, dengan pembangunan yang terletak di area Timur tersebut, ia optimis pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar akan semakin tumbuh. Sebab, keramaian merupakan bagian dari pangsa pasar ekonomi, dan memunculkan potensi ekonomi yang besar.

“Ini juga menjadi upaya untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah barat, karena di wilayah timur ini sendiri juga sudah banyak perumahan dan cluster kecil yang juga berpotensi,” pungkasnya.

Islamic Centre sendiri merupakan salah satu dari proyek mercusuar Pemkot Malang yang gagal dibangun tahun ini, karena ada permasalahan pemindahan lokasi dari sebelumnya dekat gedung GOR Ken Arok ke kawasan Kelurahan Arjowinangun. Berdasarkan hasil rapat paripurna antara DPRD dan Pemkot Malang, keduanya sepakat mencabut kesekpakatan multi years pembangunan Islamic Centre pada tahun ini, sehingga pembangunan proyek ini akan dilakukan pada tahun 2017 mendatang.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda