MALANGTODAY.NET – Guna meningkatkan peran kaum muda dalam pelayanan administrasi publik, Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) Malang hari ini menggelar Seminar Nasional Indonesian Youth Administrator Competition. Seminar bertajuk Pengembangan Kreativitas Admonistrator Muda dalam Merumuskan Program-Program Pelayanan Publik yang Berorientasi Pada Pengembangan Berkelanjutan ini diisi oleh berbagai pemateri kenamaan.

Hadir dalam acata tersebut, Dr Suhajar Diantoro, M.Si selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan, Kepala Pusat Inovasi Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara, Erfi Muthmainah, S.S, M.M, dan Staff Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewajiban Bappenas, Dr. Taufik Hanafi, M.UP.

Dalam pemaparan materinya, masing-masing pemateri berbicara secara gamblang terkait pelayanan publik yang saat ini terus membaik. Meski begitu, para generasi muda diharapkan tetap meningkatkan inovasi guna memperluas pelayanan tersebut.

Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan, Dr Suhajar Diantoro, M.Si menyebutkan, garis lurus pencapaian kemajuan adalah pendidikan yang harus dibingkai dengan karakter. Sementara pemerintah, khususnya pemerintah daerah berwenang dan berkewajiban untuk turut serta menciptakan sistem pendidikan yang kondusif melalui struktur pembagian kewenangan.

“Seperti pembagian yang belum lama ini dilakukan misalnya, terkait pengalihan SMA dan SMK ke Provinsi. Tujuannga untuk menyeimbangan kewenangan dalam struktur pemerintahan,” terangnya.

Mantan Gubernur Bengkulu ini menambahkan, struktur pembagian kewenangan ini memiliki peran besar dalam keseimbangan struktur pemerintahan yang berorientasi pada hasil. Dengan kata lain, pembagian yang tepat akan memberi kinerja yang lebih maksimal, utamanya dalam memberi layanan publik.

Sementara itu, Kepala Pusat Inovasi Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara, Erfi Muthmainah, S.S, M.M, menambahkan, pola pelayanan publik setiap saat akan terus mengalami perubahan. Sehingga penting dilakukan berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan perkembangan kebutuhan layanan publik itu sendiri.

“Seperti yang kita gali untuk saat ini, melalui route map yang rencananha akan menggali kebutuhan masyarakat di tahun-tahun berikutnya, jadi dapat lebih terpenuhi, dan semua masih kami gailli untuk kebutuhan lima tahun kedepan misal,” paparnya. (pit/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda