Bangunan bersejarah direkontruksi. (Mega)

MALANGTODAY.NET – Wisma Tumapel yang berada di Jalan Mojopahit Kota Malang merupakan salah satu bangunan bersejarah pada jaman kolonial Belanda. Tempat ini banyak menyimpan cerita yang bernilai historis.

Namun sayang, bangunan yang saat ini kepemilikannya dipegang oleh Universitas Negeri Malang (UM), tahun ini mengalami rekontruksi. Renovasi bangunan yang didirikan sekitar tahun 1926 oleh Chmulie itu hampir saja menghilangkan nilai sejarah yang ada di sana.

Senin (6/3) terlihat beberapa bangunan dibongkar, bahkan seperti lantai yang memiliki nilai sejarah juga diganti dengan lantai baru. Beberapa ruangan juga mengalami perubahan.

“Yang patut disayangkan adalah permukaan lantainya yang dihancurkan, padahal ubinnya itu yang paling bagus dan kualitasnya jauh lebih bagus daripada yang baru. Kalau untuk persentase dindingnya, kehancurannya 20 persen di antaranya daun pintunya. Ada beberapa ornamen interiornya masih kabur. Ini jelas pemborongnya ngawur,” terang Budi Fathoni, Dosen Tata Kota Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Selain itu, terlihat juga beberapa plafon dihancurkan dan diganti dengan plafon baru. Padahal seperti diketahui bangunan yang digunakan di wisma Tumapel merupakan bangunan dengan kualitas yang sangat bagus dan jarang didapatkan pada masa sekarang.

“Bangunan  heritage itu boleh berubah fungsi tapi jangan sampai berubah fisik. Kalau seperti ini sudah hampir merubah fisik,” lanjut Budi yang juga anggota dari Tim Ahli Cagar Budaya.

Namun demikian, para sejarawan dan juga beberapa pakar budaya masih berharap jika pihak Universitas Negeri Malang mampu menyelamatkan bukti sejarah yang masih tersisa sehingga sehingga nantinya generasi selanjutnya tidak kehilangan sejarah serta budaya

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here