Tindakan yang tak patut ditiru @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Dunia maya sempat dihebohkan dengan aksi seorang kakek-kakek yang mengendarai sepeda motor sambil berdiri. Video yang tersebar di berbagai media sosial itu membuat netizen merasa ketar-ketir.

Betapa tidak, kakek itu tak memegang stang sama sekali, ia asyik berdiri di atas sepeda motor yang sedang melaju. Yang biking mencengangkan, kakek yang mengendarai sepeda sambil berkacamata itu hanya mengadalkan helm berwarna putih yang tanpa dilengkapi kaca.

Dikutip dari okezone, aksi berani kakek yang diketahui bernama Heru yang kerap melintas di jalan raya Solo-Yogya itu bukanlah yang pertama kali.  Ia seringkali  melakukan aksinya itu di sepanjang ruas jalan wilayah tersebut.

Ia nampak sangat bangga dengan aksinya itu, kendati potensi membahayakan dirinya dan orang lain. Ia malah mengacungkan dua jempotnya saat menyadari ada pengguna jalan yang merekam aksinya itu.

Ternayata aksi itu dilakukan Heru untuk membuktikan hasil garapan di bengkelnya. Pasalnya di belakang motornya terdapat tulisan, ‘Ini, Hasil Stell Balap ‘Sumber Jaya Sakti’ Jalan Wonosari Km 12, Payak Wetan’.

“Untuk lebih meyakinan hasil press body di sini saya berani lepas tangan. Bukan karena terampil, tapi memang motor ini sudah jinak. Tidak sender, dipakai jalan nyaman,” jelas Heru.

Kakek dengan 12 cucu itu mengaku jika dirinya sering diangap kurang waras oleh sebagian orang karena tingkahnya itu. “Ada yang menganggap saya ini gila, banyak. Saya berani berdiri bukan karena saya terampil, tapi memang motor benar-benar seimbang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya tidak akan berani melakukan aksinya jika menggunakan motor yang belum di-press body. “Kalau motor yang belum saya garap, enggak berani. Saya masih waras, pasti jatuh karena segala merek motor, meski baru, sudah sender, tidak seimbang,” jelasnya.

Menurtnya, press body balap temuannya harus dikerjakan dengan teliti dan butuh keseimbangan. Press body pun juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu dengan peralatan khusus. Namun sayangnya, teknik keahlian yang dimilikinya itu  tidak ingin dibagikan.

Untuk press body, Heru mamatok harga yang relatif murah, sekitar mulai Rp200 ribu hingga Rp350 ribu bergantung jenis motor. Untuk motor skutik ber-cc 150 ia mematok harga Rp350 ribu ditambah bonus servis motor. Untuk mengrjakan satu unit motor, Heru hanya butuh waktu empat jam.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here