MALANGTODAY.NET – Lima keluarga yang terlibat dalam penundaan proyek jalan pendukung tol mapan mengungkapkan kesediannya melakukan pembongkaran. Lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat usaha itu rencananya akan segera dibongkar, dan dibangun kembali di area dalam.

“Karena di dalam ada area yang masih luas, maka kami memutuskan untuk melepaskan lahan usaha kami. Dimulai dengan memindahkan setiap barang yang ada,” ungkap salah seorang anggota keluarga besar Hj. Nur Soleh, Hid Permadi kepada Media beberapa menit lalu.

Menurutmya, pemerintah Kota Malang dengan kooperatif telah memberi penjelasan kepada ke lima keluarga yang memiliki tanah tersebut. Meskipun pemerintah tak memberi kompensasi, namun ia merasa cukup.

Selain itu, ia menambahkan, pihak keluarga meminta pemerintah kota memberi kemudahan dalam proses pembuatan izin usaha. 

“Harapannya kami dimudahkan mengurus AP dan IMB ya,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, M. Anton mengiyakan permintaan dari keluarga besar tersebut. Proses pembuatan izin usaha nantinya akan mendapat bantuan dari pihak pemerintah kota.

“Kalau kompensasi, jelas kami tidak bisa, kalau izin usaha, kami akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan,” papar pria yang akrab disapa Abah ini.

Dia juga menyebutkan, pertemuan yang berlangsung tersebut juga menghilangkan kecurigaan bahwa kompensasi dengan nominal besar telah diterima oleh salah satu anggota. Dengan begitu, diharapkan keluarga besar yang bersangkutan dapat menerima keputusan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

“Jadi proses pembangunan jalan bisa berjalan lancar,” pungkasnya. 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda