Terancam Gagal Panen, Akankah Bawang Merah Ikuti Harga Cabai?
Ilustrasi Bawang Merah (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Musim hujan ternyata tak hanya menghantui petani cabai rawit. Petani bawang merah saat ini juga ketakutan dengan kemungkinan adanya gagal panen yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi.

Lantas, mungkinkah bawang merah bakal mengikuti langkah cabai rawit, harga selangit?

Seperti diberitakan JPNN, petani bawang merah di Brebes mayoritas ketakutan mengalami gagal panen. Sebab angan-angan mendapatkan hasil melimpah hanyut terbawa air hujan.

“Tanaman saya terendam air, rasanya saya akan rugi besar,” kata salah seorang petani bawang, Daroji seperti dikutip JPNN.

Menurutnya, tanamannya itu masih dapat dipanen, tapi hasilnya tidak akan sebagus yang diharapkan.

Pada dasarnya, bawang merah yang layak panen berusia 60 hari, daunnya berwarna hijau tua. Sedangkan bawang merah miliknya daunya baru kekuningan.

Artinya, lanjut Daroji, bawang bisa diambil namun bentuknya lebih kecil dan basah. Sehingga, tidak bisa disimpan lebih lama karena cepat busuk.

“Kalau kuning tandanya nggak jadi,” tegasnya.

Keadaan serupa menurutnya tidak hanya dialaminya sendiri. Melainkan juga dialami oleh semua petani Brebes. Rata-rata petani bawang mulai menanam si merah ini pada Januari karena diperkirakan cuaca akan bagus.

Namun kenyataannya justru sebaliknya, dan memungkinkan petani merugi.

Sementara itu, dalam beberapa pemberitaan yang ditulis MalangTODAY.net sebelumnya, harga bawang merah di Kota Malang juga pernah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah karena pasokan yang sedikit akibat petani di Probolinggo mengalami gagal panen.

Sedangkan kebutuhan pasar di Malang tetap sama bahkan bertambah. Namun sejauh ini, harga bawang merah belum sepedas harga cabai rawit yang mencapai lebih dari Rp 100 ribu.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here