MALANGTODAY.NET – Berbeda dengan hari biasanya, SMAK Kolese Santo Yusup Malang selama dua hari ini disulap menjadi lebih ciamik. Beragam kekayaan nusantara terpampang rapi dalam berbagai titik stand dalam Adu Wawasan Antar Siswa (AWAS). Mulai dari pernak pernik lucu sampai berbagai kudapan lezat.

Salah satu contohnya stand milik JASSA (Jalinan Asih Siswa Sedaerah atau se SMP Asal) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyajikan berbagai produk. Seperti jagung titi, daging Sei, topi tiilangga, kue rambut, hingga beragam aksesoris. Dari sekian banyaknya produk, daging Sei merupakan yang paling banyak diminati.

Salah satu anggota JASSA NTT, Tegar, mengatakan olahan daging Sei memang selalu menjadi primadona setiap tahunnya. Daging asap yang diambil langsung dari NTT ini memang memiliki kekayaan rasa dan membuat siapapun kangen. Jadi tidak heran jika pecinta daging ini pun langsung memburunya dalam setiap kesempatan.

“Karena di Malang tidak ada, jadi temen-temen dari NTT terutama, langsung menyerbu, saya aja nggak kebagian,” urai siswa kelas XH ini.

img20161029103005

Tak jauh beda, stand JASSA Sulawesi juga banyak dikerubungi siswa. Beragam kuliner khas Sulawesi ludes diburu. Mulai dari pisang hijau khas Makassar, ayam rica, nasi cumi hitam, hingga coto Makassar.

“Yang paling banyak diminati cumi hitam, karena di Malang susah didapat,” terang salah satu anggota JASSA Sulawesi, Chevielda.

Sementara stand JASSA NTB juga tak kalah riuhnya. Para siswa mengerubungi stand yang menawarkan beragam ikon NTB seperti kain batik, tenun, kaos, dodol rumput laut, ayam taliwang, telur suranadi (telur gunung), kalung gigi hiu, hingga gelang.

“Ada juga squash lamon yang selama dua hari ini sudah habis 1000 porsi. Selain itu, kalung dengan liontin gigi hiu juga paling banyak diminati,” urai salah seorang anggota.

Kegiatan AWAS ini memang menjadi ajang rutin yang dilakukan SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Dengan sangat antusias, setiap siswa mengikuti kegiatan ini. Bahkan, modal yang digunakan pun berasal dari swadaya masing-masing anggota.

img20161029095906

“Untuk sekolah juga mendukung dengan memberikan dana sebesar Rp500 ribu. Sedangkan dalam Pelangi Bangsaku sekolah memberi bantuan Rp1,5 juta,” terang Mantan Waka Humas SMAK Kolese Santo Yusup Malang, M. Margaretha A.S.P.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda