MALANGTODAY. NET – Pengurusan e-KTP di Kabupaten Malang membutuhkan waktu hampir satu tahun. Hal tersebut sempat dikeluhkan warga Kabupaten Malang yang merasa hanya diberi janji petugas pelayanan e-KTP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang.

Namun ironisnya, waktu yang lama tersebut tidak berlaku bagi warga yang memakai jasa calo.

Dilansir dari situs resmi rri.co. id,  pengakuan Abdullah Sam,  Warga Desa Sumberpucung Kabupaten Malang yang mengatakan waktu yang lama pengurusan e-KTP tidak berlaku bagi warga yang mengurus melalui jasa ‘calo’.

Ia mensinyalir, bagi warga yang mengurus melalui pihak ketiga jasa ‘calo’ dengan membayar Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu dilayani cepat.

“Saya dengar dari banyak orang, banyak calo, kalau ada uang Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu dilayani, kan gak bener itu. Saya ngurus sendiri lama dengan alasan petugas blanko habis, tetapi ada beberapa teman mengurus langsung jadi karena diduga membayar itu tadi,” keluhnya,  Rabu (12/10).

Masih katanya,  padahal pemohon e-KTP juga harus mengantri 5 jam. Sehingga ribuan warga menjadi korban, tidak hanya kerugian waktu  yang diderita warga pemohon e-KTP, melainkan juga kerugian uang harus bolak balik kantor Dispenduk dengan meninggalkan pekerjaan mereka.

“Sebab itu, harapannya pemerintah memperingankan dan mempermudah urusan publik, tidak malah mempersulitnya minta ampun seperti ini mas, berbelit-belit,” tegasnya. (ind)