Sujiwo Tejo 'Masa Depan Kita Ada Di Belakang

MALANGTODAY.NET – Serat Tripama, Gugur Cinta Di Maespati, karya terbaru dari budayawan Sujiwo Tejo ini tak hanya tampil beda dengan sisipan musikalisasinya. Tapi juga sangat erat kaitannya dengan sastrawan di masa lalu. Karena selain bercerita tokoh pewayangan, buku itu ternyata merupakan hasil gubahan Serat Tripama karya KGPAA Mangkunegara IV (1809-1881).

“Masa depan kita ada di belakang. Itu alasannya kenapa saya memilih menulis buku yang bukan seutuhnya baru, tapi hasil karya di masa sebelumnya,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Mbah Tejo ini menyebutkan, penafsiran dan pembelajaran itu sangat penting. Terutama bagi para generasi bangsa, karena di dalamnya tercatat banyak pelajaran yang dapat dijadikan modal hidup di masa kini, bahkan masa mendatang.

“Masa lampau itu nggak hanya dari pewayangan,” tambahnya.
sujiwo-tejo-masa-depan-kita-ada-di-belakang

Di dalam bukunya itu, ia juga sengaja menggambar para tokoh yang bukan dari pewayangan. Beberapa nama seperti Monalisa hingga manusia purbakala pun digambarka. Bukan tanpa alasan, tapi jiga mengandung makna yang mendalam.

Selain tulisan dan gambar, pria berambut gondrong ini juga menyampaikan pesan dari setiap goresann tintanya dengan alunan musik. Setiap bab, selalu disisipi dengan lagu dan lirik mendalam. Seperti pada adegan tokoh utama, Sumantri yang hendak pergi ke kota misalnya. Di mana disitu diceritakan sang adik yang digambarkan buruk rupa meminta untuk turut serta dengan Sumantri, namun tak mendapat izin. Alunan musik yang mengiringi pun sangat mendayu dan dengan lirik yang mendalam.

“Lesson, judul lagu yang mengiringi bab tersebut. Kenapa ada lagu, karena tulisan dan gambar saja tidak cukup untuk menyampaiakan pesan,” paparnya.

Menariknya lagi, setiap melodi yang didapatkan itu selalu terinspirasi dengan keindahan pola di dalam Al-Quran yang selalu menciptakan melodi baru. Untuk Lesson sendiri, memurutnya lagu tersebut terinspirasi oleh surat Al-Jimm ayat 72. Selain itu, masih ada banyak lagi musik yang ia ciptakan dan semua terinspirasi oleh keindahan melodi Al-Quran.

“Saya yakin, musik adalah pesan, music is massage,” pungkasnya. (pit).

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda